“Percayalah bahwa sebuah kebaikan
, akan menimbulkan kebaikan lainnya. Sekecil apapun itu asal dilakukan dengan
HATI.”
Halo sahabat, apa kabar di masa
pandemik Covid 19 sekarang? Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan penuh
syukur. Dan jangan lupa untuk tetap berbuat kebaikan ya! Mengisi hidup dengan
hal -hal kebaikan itu sangat menyenangkan! Sebagai manusia sudah selayaknya
kita mengoreksi kembali diri kita, sudah sejauh mana hati kita rela memberi,
berbagi dan membantu sesama. Cobalah merenung tentang seberapa banyak
kesempatan buat kita untuk berbagi kebaikan. Karena hidup sangatlah terbatas,
selagi bisa berbagi kebaikan, mulailah sebelum terlambat. Tulisan yang berisi pesan
ini cukup adanya mengingatkan kita betapa
berharganya KEBAIKAN.
Berbicara tentang Berbagi Kebaikan, sesuatu hal menarik namun cukup rumit, bukan? Seseorang yang
berkelimpahan bisa saja merasa kekurangan karena tidak mengamalkan berbagi
kebaikan. Tidak pernah bertemu orang susah membuat diri dikurung rasa ingin memperkaya
diri sendiri, padahal jika dipikir-pikir kekayaan bukan untuk dinikmati diri
sendiri dan keluarga, namun sangat berarti Ketika bisa membantu sesama dan
menjadi inspirasi. Seseorang yang berkecukupan bisa saja merasa hidupnya
berkelimpahan karena menebar kebaikan. Bertemu dan membantu orang susah
memperkaya rasa empati dan rasa syukurnya. Tepat saatnya, tulisan ini dibuat
untuk mengingatkan kita arti penting berbagi melalui Zakat. Taaatlah
membayar zakat seperti kita taat membayar pajak. Berbagilah dengan cara yang
tepat, untuk membersihkan hati, jiwa, dan pikiran. Bantulah sesama dengan
membayar zakat. Karena Apapun yang dilakukan dengan hati dan tulus, pasti akan
berhasil dan sampai kepada yang menerima.
Keindahan hidup dengan menebar
kebaikan tak hanya sebatas tidak merugikan orang lain, namun ketika masih mampu
untuk membantu, marilah meringankan langkah dan gerak untuk berbagi kepada yang
membutuhkan dan tidak berdaya. Ayo bersihkan hati dan harta kita untuk Kemanusiaan. Indonesia termasuk negara berkembang, yang mana
tingkat penduduk miskin masih cukup tinggi, pemerataan hingga kualitas pendidikan sangat terbatas, sehingga Sumber
Daya Manusiapun sulit bersaing. Sudah saatnya
kita manusia tergerak membantu masyarakat miskin, karena sesungguhnya sebagian
dari diri kita adalah milik orang lain. Jadilah manusia yang rela berbagi
kebaikan sehingga orang banyak melihat betapa mulianya berbuat kebaikan, karena
disetiap sudut pasti ada jiwa yang hidup yang mampu menghidupkan jiwa lainnya. Percayalah!
Berbicara tentang Kebaikan tak
ada habis-habisnya untuk menceritakan mereka yang selalu menebar kebaikan bagi
orang-orang yang membutuhkan. Seperti halnya sosok perempuan hebat dan menginspirasi yaitu Ibu
Warji. Seorang Muslimah, yang mengabdi di Pelosok negeri. Sudah lebih 20 tahun
beliau mengabdi untuk Kesehatan dan Pendidikan masyarakat di desa Binter,
Nunukan, Kalimantan Utara. Menariknya, beliau hidup ditengah masyarakat
Nasranih namun tetap menjalankan ajaran Islam dan menghargai masyarakat desa. Sungguh
mulia perbuatan beliau yang membantu sesama tanpa memandang latar belakang suku
dan agama. Beliau mengingatkan kita bahwa berbuat baik itu tak terbatas dalam
hal apapun. Dalam kesibukannya pagi hingga siang di Puskesmas desa, beliau
menginisiasi Program Belajar bagi para orang tua desa yang masih buta huruf dan
buta angka di sore hari. Kepeduliannya terhadap kaum ibu-ibu yang kesulitan membaca
menggerakkan hatinya mengajari menulis, membaca dan berhitung secara Gratis.
Senyum tulus dan ikhlas selalu tergambar dari beliau. Semangatnya seakan meyakinkan orang tua di desa
bahwa mereka masih mempunyai harapan untuk bisa menulis, membaca dan berhitung.
Meskipun menjadi minoritas di desa, beliau tetap taat menjalankan ajaran islam,
sholat 5 waktu, hingga beramal dan membayar zakat pun masih tetap dilakukan
meskipun jarak desa ke kecamatan sangatlah jauh, pun harus melintasi sungai
selama 3 jam. Beliau mengajarkan pada kita bahwa bahwa untuk menjadi manusia
berarti harus saling peduli dan bekerjasama untuk menciptakan hidup yang lebih
baik.
( Ibu Warji bersama ibu-ibu sehabis belajar)
Mungkin jika ditelaah lebih jauh,
masih banyak orang yang rela berbuat kebaikan tanpa mengharapkan imbalan,
karena meskipun masih banyak tangan yang tega berbuat nista, pasti dalam batin
pernah terucap ”ternyata masih banyak orang baik di dunia ini!” Di tengah dunia
yang penuh godaan barangkali kita menjadi salah seorang yang berdiam diri enggan
melakukan kebaikan. Mulailah dari hati kita! Itu sebabnya ada lirik lagu yang berbunyi
“jagalah hati, jangan kau kotori!” Bagaimanapun hati yang baik pasti bersinar terang
diantara belukar dunia, dan akan selalu ada alasan mengapa hati kita harus menebar
kebaikan terhadap sesama.
Sahabat, ingatlah bahwa tak akan
kekurangan mereka yang ikhlas untuk berbagi. Berbagi ada banyak jenisnya, mulai
dari berbagi ilmu dan pengetahuan , berbagi makanan dan pakaian, berbagi
nasihat baik, bersedekah, hingga berzakat. Apalah artinya kemakmuran bila tidak
berbagi pada yang membutuhkan? Ingatlah untuk tidak mementingkan diri sendiri
dan keluarga, untuk tidak menggunungkan uang di dunia namun lupa beramal untuk
bekal perjalanan abadi. Mendekatlah pada mereka yang kekurangan, lihatlah
mereka seperti kita melihat diri kita sendiri, tak ada yang lebih dalam hidup,
namun cukup dan layak ketika kita menghargai dan berbagi kebaikan terhadap
sesama. Karena Kita tidak perlu mengguncang dunia untuk mengubah kehidupan
seseorang, satu tindakan kecil kebaikan akan berdampak besar ketika dilakukan
dengan tulus dan ikhlas.
Tulisan ini saya buat untuk menunjukkan
kepada sahabat-sahabat bagaimana kita dapat saling memahami dan saling
membantu. Menegakkan makna hati yang sesungguhnya, ketika hati baik maka
pikiranpun baik. Hati yang rela memberi, berbagi dan membantu orang lain adalah
hati yang menerangi karaktermu dengan cinta dan kebaikan. Karena selalu ada
kemewahan dalam berbagi kebaikan.
“Tulisan ini diikutsertakan dalam
Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”
Sumber : dompetdhuafa.org




Indahnya berbagii ������
BalasHapusSangat Indah.....
HapusTulisan yang sangat indahh,, ;) di tunggu teruss tulisannyaa
BalasHapusTerima Kasih...
HapusBaguss
BalasHapusTerima Kasih...
HapusHuee kacau bagusss ��
BalasHapusSeketka trsndir utk senantiasa brbgi skclnya dimulai dgn mmbershkan hati ��
mantap kalau tersindir, semoga kita berbuat baik selalu. Terima Kasih Noyyy
Hapusnicee,semangat terus dalam berkarya dik!
BalasHapusTerima Kasih Kakak
HapusGilaa sih
BalasHapusTerima Kasih sihhh, hehehe
HapusKeren 🤩 makasi udah menginspirasi ucaa 😊🌹
BalasHapusTerima Kasih kembali, selamat menginspirasi
HapusSo inspiring💥
BalasHapusThank you so much
HapusNice😍🔥
BalasHapusthanksss
HapusKeren 😍🤩
BalasHapusSemangat menebar kebaikan
HapusKeren kak maruu👍
BalasHapusTerima Kasih adikkkk
HapusKeren ucha, semangat untuk berkarya, love ucha❣️💋
BalasHapusTerima Kasih best. Love kamu jugaa
HapusLakukanlah Kebaikan bagi sesama,seperti Tuhan Allah selalu baik bagi kita.
BalasHapusThankyou best marusaha,sangat bermanfatt😊
Terima Kasih. semangat menebar kebaikan
HapusPanutan memang uncha ini👍
BalasHapusaaaa, jadi malu. terima kasih best
HapusPenuh motivasi👍🏻
BalasHapusTerima Kasih bg
HapusKeren banget kak👍 Semangat terus berkaryanya yah😊
BalasHapusTerima Kasih dik
HapusMenanam 1 kebaikan, berbuah 1000 kebaikan lainnya. Tetap menjadi produktif dan bermanfaat bagi orang banyak, Ucha!!
BalasHapusTerima Kasihhh best Luthfiii
HapusKeren bg Ucha.. Semangat dan tetap jaga kesehatan bg 😇
BalasHapusTerima Kasihhhhh. Bu Warji memang inspirasi bangetttttt
BalasHapusterima kasih dik Rahel... stay safe too
BalasHapusSemangat Uchaaa, good luck!
BalasHapusKerennnn dekkuuu😍
BalasHapus