Senin, 28 Desember 2020

Kajian Calon Guru Besar UNDIP Pada Teknologi Asap Cair Pada Ikan Dorong Go Global

SEMARANG –  Teknologi asap cair untuk pengolahan hasil perikanan diyakini akan menjadi trend baru di era industri 4.0 yang mampu mendorong produk ikan asap Indonesia  go global atau masuk pasar internasional. Pemakaian teknologi asap cair juga diyakini bakal menarik kaum milenial menjadi konsumen ikan asap.

 

Hal itu terungkap dalam paparan calon guru besar dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, Dr Ir Fronthea Swastawati MSc, dalam makalah berjudul “Inovasi Teknologi Asap Cair Untuk Pengolahan Hasil Perikanan Menuju Revolusi Industri 4.0 di Indonesia”. Hadir dalam Sidang Pleno Dewan Profesor Senat Akademik (SA) Undip yang diselenggarakan secara offline dan online Rabu (16/12/2020), Ketua SA Undip Periode 2020-2025 Prof Ir Edy Rianto MSc PhD IPU, Prof Dr Endang Larasati Setianingsih MS (Sekretaris SA), Ketua Dewan Profesor Undip Prof Dr Ir Purwanto DEA, serta para guru besar dan anggota Senat Akademik. Bertindak sebagai moderartor Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof Ir Tri Winarni Agustini MSc PhD.

 

Dalam paparannya, Fronthea Swastawati yang sehari-hari menjadi pengajar dosen Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan itu mengungkapkan sebenarnya asap cair adalah hasil kondensasi atau pengembunan dari pembakaran bahan-bahan seperti tempurung kelapa, jonggol jagung, sekam padi atau kayu yang banyak mengandung lignin, selulosa dan hemaselulosa.Asap cair mengandung senyawa fenol dan karbonil yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri, antioksidan, flavour agent serta bahan pengawet. Selain itu bisa juga dimanfaatkan untuk pengolahan produk pangan, dan sebagai desinfektan.

 

Berdasarkan penelitian, pengasapan menggunakan asap cair menunjukkan kualitas produk lebih baik, secara waktu juga lebih cepat, biaya produksi lebih hemat, ramah lingkungan dan tidak perlu berinvestasi untuk membangun cerobong asap. Selain itu kebutuhan ruang untuk penyimpanan asap cair lebih kecil.

 

Hasil perlakuan pada filet ikan lele yang menunjukkan bahwa jaringan otot pada ikan tanpa penambahan asap cair nanokapsul mudah mengalami kerusakan dan rapuh, sedangkan jaringan otot filet dengan penambahan asap cair lebih kompak. Hal itu menunjukkan bahwa penambahan asap cair nanokapsul memberikan efek positif terhadap tekstur jaringan otot ikan.

 

Mengenai perubahan tekstur, itu terkait dengan penurunan kadar air yang mengakibatkan tekstur ikan lebih padat karena pengaruh senyawa karbonil yang terkandung pada asap cair. Adapun bahan pelapis yang digunakan dalam penelitian merupakan alginate.

 

Fronthea yang lulus program magister di University of  Humberside Inggris ini mengakui meski ada teknologi asap cair, produk Ikan asap tradisional mungkin tidak akan tergeser. Pada generasi tradisional minat mengkonsumsi ikan asap tradisional masih tetap tinggi, namun pada  generasi terdidik atau peminat baru ikan asap cair serta generasi milenial, diyakini lebih menerima produk ikan asap cair.

 

Yang menarik, produk ikan asap cair akan lebih mudah masuk ke pasar global karena lebih seragam, lebih awet dan lebih rendah risiko karsinogeniknya. Hal itu sangat menguntungkan karena semua wilayah di Indonesia memiliki produk ikan asap.

#universitasdiponegoro #undip #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Prestasi Universitas Diponegoro di NASPO dan I2ASPO

Mahasiswa Universitas Diponegoro kembali raih prestasi dalam olimpiade sains nasional yang diadakan oleh IYSA (Indonesian Young Scientific Association), yakni NASPO (National Applied Science Project Olympiad) dan I2ASPO (Indonesia International Applied Science Project Olympiad). Dengan mengangkat tema “Think Creative, Big Impact”, olimpiade ini mengajak para siswa dan mahasiswa di Indonesia untuk menemukan inovasi sebagai solusi permasalahan yang dapat diaplikasikan langsung terlebih pada masa pandemi Covid-19 ini. Terdapat 6 tema kategori yang dilombakan pada NASPO dan 10 tema pada I2ASPO, dan semua tema tersebut berhubungan dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, sehingga diharapkan ide-ide kreatif dari olimpiade ini yang dapat berguna dalam kehidupan masyarakat. Penilaian hasil kinerja peserta berdasarkan empat kategori yaitu Urgency (30%), Visibility (20%), Relevance (30%), dan Presentation (20%).

 


Undip mengirimkan beberapa tim yang beranggotakan para mahasiswa dan dosen pembimbing. Pada Awarding Event yang diselenggarakan pada tanggal 23 Desember 2020, tim dari Undip berhasil meraih segudang prestasi. Pada NASPO, Undip berhasil mendapat medali perunggu dengan tema inovasi “MATERIAL-KU: Pengembangan Bisnis Digital Berbasis Start-Up Barang dan Jasa di Bidang Konstruksi demi Pembangunan yang Lebih Praktis dan Efisien”. Kemudian pada I2ASPO, tim dari Undip meraih juara hampir di seluruh kategori yaitu Gold, Silver, dan Bronze. Tema yang berhasil meraih kejuaraan tersebut antara lain “Tira Spray: Innovation Anti-Termite Spray and Wood Gloss from Perepat Mangrove Fruits (Sonneratia alba Smith)” untuk Gold Medal, “I-FOR: Flow Battery Innovation with High Capacity and Eco-Friendly Materials as a Future Renewable Energy Storage Solution” dan “MBD (Microalgae Bio-Diesel): Tetraselmis sp. Biodiesel Innovation Using Simultaneous Method as Future Renewable Energy Supply” untuk Silver Medal, serta “The Innovation of PPE Mask Brick as a Solution to Dispose Medical Mask Waste” untuk Bronze Medal.

 

Kemenangan yang membanggakan ini tidak terlepas dari kreativitas dan sinergi antara mahasiswa dan dosen Undip. “Kami akan terus mendukung para mahasiswa dalam mengolah kreativitasnya. Ciptakan inovasi dan jadilah subject penentu sebagai agent of change menuju Indonesia yang lebih baik”, tutur Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. selaku Rektor Undip.

#universitasdiponegoro #undip #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Jumat, 25 Desember 2020

Link Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap T.A 2020/2021 Universitas Diponegoro

Pedoman Penyelenggaraan Pembukaan Pembelajaran Semester Genap di Universitas Diponegoro pada Masa Corona Virus Disease (Covid19) tahun akademik 2020/2021, Universitas Diponegoro menyelenggarakan proses kegiatan belajar mengajar dapat diselenggarakan secara dalam jaringan/daring (online), yang telah ditetapkan oleh pemerintah guna untuk meminimalisir resiko serta dampak yang ditimbulkan akibat penularan Covid-19.

 

Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pimpinan Fakultas, dosen, mahasiswa, tenaga pendidikan dan pihak terkait lainnya. Pedoman ini disusun berdasarkan Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021.

 

Pedoman ini merupakan “panduan dinamis” yang senantiasa dapat diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perkembangan kasus Pandemi Covid-19.

Link panduan : https://www.undip.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/Pembelajaran-Semester-Genap-Tahun-Akademik-2020-2021.pdf

#universitasdiponegoro #undip #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber Artikel : web undip

Kamis, 24 Desember 2020

Universitas Diponegoro sebagai PTN-BH Terbaik Kategori LAPOR

Universitas Diponegoro berhasil meraih predikat PTN-BH Terbaik kategori Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik (LAPOR) pada ajang Anugerah Humas Dikti (AHD) 2020 yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud RI pada Rabu malam (23/12). Penghargaan diberikan secara virtual oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi RI Prof.Ir. Nizam, Ph.D.

 

LAPOR! adalah upaya untuk mengintegrasikan sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik dalam satu pintu. Tujuannya supaya masyarakat memiliki satu saluran pengaduan secara nasional. Oleh karenanya, Pemerintah RI membentuk Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia melalui beberapa kanal pengaduan melalui website www.lapor.go.id, SMS 1708 (Telkomsel, Indosat, Tri), Twitter @lapor1708 serta aplikasi mobile (Android dan iOS). Sampai dengan saat ini, SP4N-LAPOR! telah terhubung dengan 34 Kementerian, 96 Lembaga, dan 493 Pemerintah daerah di Indonesia.

Dalam AHD 2020 semalam diumumkan Kategori Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik (LAPOR) yakni PTN-BH Terbaik diraih oleh Universitas Diponegoro, LLDikti Terbaik adalah LLDikti Wilayah V, PTN-Satker Terbaik yaitu Universitas Trunojoyo Madura dan PTN-BLU Terbaik berhasil diraih oleh Universitas Lampung.

Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH.,M.Hum. menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Dikti sebagai PTN-BH Terbaik dalam pengelolaan pengaduan pelayanan publik LAPOR ini. Prof Yos berpesan,”Terus menjaga kolaborasi yang solid dengan semua lini dan unit untuk semakin memudahkan akses ketersediaan informasi dan kecepatan penanganan pengaduan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat”.

#universitasdiponegoro #undip #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Rabu, 23 Desember 2020

Universitas Diponegoro Tetap Adakan Kuliah Daring di Semester Genap TA 2020/2021

SEMARANG – Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof.Budi Setiyono PhD, menegaskan bahwa proses perkuliahan pada semester genap tahun akademik (TA) 2020/2021 yang bakal dimulai bulan Januari 2021 nanti, tetap dilakukan secara daring atau secara online. Kebijakan tersebut diputuskan setelah menimbang masukan dari berbagai pihak. Pilihan secara daring utamanya mempertimbangkan keselamatan mahasiswa dan juga dosen. Penyebaran Covid-19 yang masih belum bisa diprediksi, membuat pilihan itu harus diambil kembali meski kebijakan tersebut sudah dilakukan sejak semester lalu.

 

‘’Dengan berbagai pertimbangan untuk keamanan, maka UNDIP tetap menjalankan perkuliahan secara daring. Sebab, Jateng masih masuk kategori yang diwaspadai Pandemi Covid-19, dimana Jateng masih masuk zona merah sebagian wilayahnya,’’ katanya saat diminta konfirmasinya terkait kegiatan akademik Undip, Sabtu (19/12/2020). Menurut Beliau, penyelenggaraan perkuliahan daring masih seperti semester sebelumnya. Ada pengecualian untuk mahasiswa yang harus praktikum, dan yang menjelang lulus bisa dilakukan secara tatap muka. Namun kegiatan itu pun dilakukan dengan protokol kesehatan dengan pengawasan ketat, di samping ada syarat izin dari orang tua dan dosen pengampu. Syarat lainnya adalah mahasiswa yang berkegiatan secara luring dalam kondisi sehat.

 

Sebenarnya pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah memberi lampu hijau penerapan perkuliahan secara tatap muka. Namun pemberian izin pembelajaran tatap muka harus disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing, sehingga penyelenggara pendidikan termasuk perguruan tinggi harus bijak dalam membuat keputusan.

 

Pemerintah juga sudah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam  Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. SKB tersebut memberikan kewenangan kepada aparatur di daerah karena dinilai sebagai pihak yang  paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya.

 

Sebelumnya, Dekan Fakultas Psikologi Undip mengingatkan bahwa proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun penerapan work from home sebagai implementasi social distancing potensial menyebabkan gangguan psikologis. Terjadinya pandemi Covid-19 yang menuntut terjadinya perubahan perilaku di masyarakat, bisa menyebabkan gangguan psikologis yang serius dan mengancam produktivitas masyarakat. Karena itu, perlu perhatian khusus agar potensi gangguan psikologis bisa diminimalisasi.

 

Menanggapi hal itu, Warek 1 Undip menyatakan lembaga memperhatikan hal itu. Pihak universitas bahkan sudah melakukan antisipasi kualitas yang dihasilkan tetap terjaga meski perkuliahan dilakukan secara daring. Undip sudah menyiapkan studio di Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) untuk mengembangkan model perkuliahan daring dan mendokumentasikan materi perkuliahan agar bisa diakses ulang oleh mahasiswa untuk pendalaman.

 

Berbagai sarana mulai dari website, email, forum komunitas dan sarana teknlogi informasi lainnya dipakai untuk mendukung pembelajaran yang disebut asinkron daring, yaitu metode yang memungkinkan peserta program melakukan pembelajaran selain di waktu yang sudah ditetapkan. Metode ini bertujuan menjaga kualitas pendidikan yang diselenggarakan.

#undip #universitasdiponegoro #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber Artikel : Web Undip

Sabtu, 19 Desember 2020

Infrastruktur Untuk Disabilitas Di Universitas Diponegoro

Sebagai universitas riset dan terbaik di Jawa Tengah dan di Indonesia, Universitas Diponegoro terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang prima untuk masyarakat. Setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan, termasuk juga penyandang disabilitas.

 

Untuk itu, Universitas Diponegoro terus membenahi fasilitas dan infrastruktur untuk pelayanan, termasuk penyandang disabilitas dengan membangun fasilitas berupa jalan khusus untuk difabel atau disabilitas. Juga toilet khusus untuk penyandang difabel.

 

Upaya Undip untuk melengkapi fasilitas termasuk untuk disabilitas adalah untuk meningkatkan pelayanan dan mengurangi kesenjangan. Wakil Rektor Riset dan Inovasi, Prof.Dr.Ir. Ambariyanto, M.Sc. dalam wawancaranya pada Kamis(17/12) menjelaskan bahwa pelayanan publik yang prima mendukung citra Undip sebagai satu dari universitas terbaik di Indonesia. Lebih lanjut Prof. Ambar, sapaan akrab beliau menambahkan, “peningkatan fasilitas dan infrasktuktur khususnya untuk penyandang disabilitas turut mendukung program pembangunan berkelanjutan/ SDGs (Sustainable Development Goals) yakni pada poin tujuan ke-9 yakni membangun infrastuktur yang tangguh, mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan membantu perkembangan inovasi”.

 

Pembangunan dan ketersediaan fasilitas berupa jalur/ jalan dan toilet khusus difabel bukan hanya di kantor pusat/gedung Rektorat, tetapi di semua unit, Fakultas, Sekolah Pascasarjana, Sekolah Vokasi dan kampus PSDKU Undip.

#undip #universitasdiponegoro #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Kamis, 17 Desember 2020

Tingkatkan Peduli Lingkungan Oleh Guru Besar UNDIP Adakan Inovasi

Dalam “Inovasi Undip pada Masa Pandemi Covid-19”, dua guru besar Universitas Diponegoro tunjukkan inovasinya dalam program talkshow Halo Jateng bersama TVRI. Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA dari Fakultas Sains dan Matematika Undip dan Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, S.T., M.Si. dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Undip hadir sebagai pembicara. Dua dosen Undip tersebut telah menciptakan produk inovasi yang mampu menjadi solusi permasalahan di era modern seperti saat ini.

 

Prof. Muhammad Nur dikenal sebagai ahli teknologi plasma di Undip dan di Indonesia. Sebelumnya, beliau telah menciptakan alat penjernih ruangan bernama Zeta Green yang telah digunakan di beberapa instansi pemerintah dan rumah sakit. Alat tersebut mampu menjernihkan udara di suatu area, menghilangkan bau tidak sedap, membunuh jamur dan bakteri, serta menghisap debu dan kotoran. Bakteri dan partikel debu dihancurkan oleh reaktor plasma, sehingga udara di ruangan yang terdapat Zeta Green menjadi lebih bersih dan sehat. Inovasi lain dari beliau yaitu alat untuk mengawetkan sayuran yang juga menggunakan teknologi plasma. Menggunakan plasma dingin yang mencapai suhu 1000° Celcius, alat ini mampu membunuh kuman pada sayuran dan membuat pertumbuhan jaringan menjadi lebih cepat.

 

Inovasi yang diciptakan oleh Prof. Denny dilatarbelakangi oleh permasalahan rob yang rutin terjadi di kota Semarang. Banjir rob dipengaruhi oleh pasang surut air laut karena gravitasi bulan serta penurunan tanah, dan faktor eksternal seperti angin kencang dan badai dapat memperparah keadaan. Berdasarkan fakta tersebut, beliau menciptakan aplikasi bernama Kalender Rob yang tersedia dalam bentuk offline berupa hard copy kalender dan online di Play Store. Kalender Rob merupakan early warning system terhadap air pasang/rob. Pengguna aplikasi dapat melihat tanggal dan jam perkiraan munculnya rob sehingga dapat melakukan antisipasi banjir. Data pasang surut yang merupakan hasil penelitian dosen teknik Undip ini diperbarui setahun sekali. Selain aplikasi ini, Prof. Denny juga tengah mengembangkan prototype penanganan erosi Pantura yang berada di kota Semarang dan Demak. Beliau mendengarkan ide dan masukan dari masyarakat serta menggandeng mereka untuk turut aktif dalam upaya rekonstruksi garis pantai.

 

Penelitian yang dilakukan oleh para guru besar Undip ini tentunya berawal dengan dibentuknya banyak program. Dalam pelaksanaannya, dosen berkolaborasi dengan mahasiswa, Undip, pemerintah, dan masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi permasalahan yang sering muncul di kota Semarang dan kota-kota lain di Jawa Tengah.

#undip #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip 

Rabu, 16 Desember 2020

Inovasi oleh Dua Dosen Fakultas Teknik di Masa Pandemi

Universitas Diponegoro terus melakukan penelitian dan menciptakan inovasi bermanfaat sebagai universitas riset di Jawa Tengah. Dari banyaknya hasil inovasi oleh dosen dan mahasiswa Undip, di antaranya diciptakan oleh para dosen dari Fakultas Teknik Undip. Prof. Dr. Ir. Nyoman Widiasa, S.T. M.T., dan Dr. Rifky Ismail, S.T. M.T., memaparkan hasil penelitiannya dalam talkshow Halo Jateng bersama TVRI yang bertema “Inovasi Undip pada Masa Pandemi Covid-19”.

 

Penelitian mengenai teknologi membran yang dilakukan oleh Prof. Nyoman menghasilkan inovasi pengolahan air limbah menjadi air bersih. Alat pengolahan air yang diciptakan menggunakan teknologi membran dan berupa alat portable yang memungkinkan untuk digunakan untuk mengolah air berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Alat ini memiliki kapasitas untuk mengolah 20.000 liter air bersih dalam sehari. Teknologi ini dapat diaplikasikan untuk mengatasi pencemaran air sungai yang sedang dihadapi oleh warga Semarang.

 

Adapun penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rifky menggunakan biomedical engineering yaitu teknologi yang menggabungkan ilmu medis dengan ilmu engineering. Terdapat empat kategori pada teknologi ini yaitu mekanika, material, mekatronik (mekanika-elektronik), dan pengolahan sinyal. Beliau telah menciptakan tangan bionik yang merupakan robot tangan buatan yang membantu orang berkebutuhan khusus untuk menggantikan fungsi tangan. Tangan bionik digerakkan melalui sensor dengan electronic mobile sehingga pengguna dapat memilih jari mana yang akan digerakkan. Hingga saat ini, alat tersebut telah memiliki lima versi. Penelitian terbaru Dr. Rifky adalah bio-degradable screw, yaitu skrup yang ditanam di tubuh manusia sebagai alat bantu medis untuk membantu pertumbuhan tulang. Nantinya, skrup yang diciptakan oleh dosen Undip ini tidak perlu diambil lagi dari tubuh manusia karena menggunakan cangkang kerang dan rajungan yang banyak didapatkan di kota Demak, Rembang, dan Pati sehingga aman berada di dalam tubuh manusia.

 

Hasil inovasi dari dua dosen Fakultas Teknik Undip ini mendapat dukungan dari banyak pihak berupa dana riset berasal dari LPPM Undip, Kemenristek, serta Kemendikbud. Berbagai hasil penelitian dari dosen Undip merupakan kekayaan intelektual yang nantinya akan didaftarkan pada Kemenkumham sehingga menjadi hak paten milik Undip, dan selanjutnya dapat diproduksi oleh mitra Undip antara lain dari sektor bisnis, umum, dan pemerintah. Melalui perjanjian lisensi, hasil inovasi dapat diproduksi sehingga dapat disalurkan kepada masyarakat dan menjadi solusi baru dengan teknologi terkini dan ramah lingkungan.

#undipjaya #undipexcellent #universitasdiponegoro #undip #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Selasa, 15 Desember 2020

UNDIP Berpartisipasi dalam Launching dan Penandatanganan MoU Peruri Research Institute for Auntheticity

 

sumber foto : web undip 

Semarang (10/12) – Universitas Diponegoro turut berpartisipasi dalam acara launching dan penandatanganan MoU Peruri Research Institute for Auntheticity yang diselenggarakan oleh Peruri. Acara launching dan penandatanganan ini dilaksanakan secara virtual dengan dihadiri oleh perwakilan dari BUMN, Peruri, PT. Sicpa Peruri Securink, PT. Giesecke & Devrient Indonesia, serta perwakilan universitas yang mengundang Undip, UGM, USU, dan Unpad. Peruri Research Institute for Auntheticity (PRITA) dibangun sebagai pusat reseach security printing digital technology yang bertema integration solution and security printing. Dalam peluncurannya, Peruri menggandeng institusi dan mitra industri agar berkolaborasi mengembangkan digital printing di Indonesia.

 

Peluncuran PRITA bertujuan untuk membangun pusat riset yang maju di bidang teknologi. Bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, diharapkan semua pihak dapat bersinergi dengan baik dan menghasilkan kolaborasi riset yang mengagumkan. President Director Peruri, Dwina Septiani Wijaya, mengungkapkan bahwa komitmen ini dibentuk untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat terlebih di masa pandemi ini. PRITA mendukung program BUMN melalui kerjasama dengan institusi untuk memajukan bidang learning, research, dan development. Institusi riset memiliki sumber daya manusia yang membuat karya cipta inovatif secara mandiri dan memiliki daya saing global. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim, menegaskan dengan dibentuknya pusat riset ini dapat memperkuat kemampuan teknologi Indonesia. Beliau berharap sinergi yang baik terjalin antara Peruri dan perguruan tinggi sehingga dapat mengembangkan bisnis di dalam dan luar negeri untuk kemajuan bangsa.

 

Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. menghadiri acara yang digelar secara daring ini. Prof. Yos berharap agar kerjasama ini dapat menjadi faktor penting dalam kemanfaatan ekonomi yang dapat bermanfaat bagi semua pihak. PRITA resmi diluncurkan dengan penayangan authenticity video serta penandatanganan MoU secara virtual dengan para perwakilan institusi.

#undip #universitasdiponegoro #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Sabtu, 12 Desember 2020

Penyusunan TOR ICZM Pesisir Brebes diikuti oleh ICZM Undip

 

Pada hari Selasa-Rabu, 1-2 Desember 2020 telah dilaksanakan kegiatan Workshop Penyusunan Term of Reference (TOR) Masterplan ICZM Wilayah Pesisir Brebes. Workshop ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah dan mengundang berbagai dinas dan pihak terkait yang terlibat dalam tim ICZM (Integrated Coastal Zone Management) Jawa Tengah, termasuk Center for ICZM UniversitasDiponegoro sebagai salah satu rekan kerja sama.

 

Bertempat di Hotel Santika Premiere Semarang, acara dibuka oleh Kepala Dinas PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah, Ir.SR.Eko Yunianto, Sp.1. Beliau menyampaikan bahwa kawasan pesisir utara Jawa Tengah harus diberi perhatian untuk mengantisipasi perkembangan kawasan industri yang sudah diatur dalam Perpres. Selain itu, juga disampaikan dalam penyusunan masterplan wilayah pesisir Brebes nanti harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sudah ada serta mempertimbangkan pengelolaan antara sumber daya air (water resources) dan kondisi alam pesisir.

 

Narasumber yang hadir dan memberikan materi pada workshop ini antara lain dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Ir.Lilik Harnadi,M.Si,M.Sc; konsorsium kerja sama Indonesia-Belanda yang diwakili oleh Victor John Coenen dari Witteveen+Bos; Bappeda Kabupaten Brebes; serta Dr.-Ing Wisnu Pradoto dan Dr. Muhammad Helmi yang mewakili Center for ICZM Universitas Diponegoro. Berbagai materi dari profil Kabupaten Brebes, potensi dan permasalahan wilayah pesisir Brebes, hingga contoh internasional tentang ICZM diberikan supaya dalam penyusunan TOR ini dapat memberi arahan yang sesuai dengan kondisi wilayah pesisir Kabupaten Brebes.

#undip #universitasdiponegoro #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Rabu, 09 Desember 2020

Universitas Terbaik Ke-II Nasional Diraih UNDIP versi UI GreenMetric World University Rankings 2020

Universitas Diponegoro mendukung rangkaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) wujud nyata UNDIP sebagai Universitas PTNBH. Universitas Diponegoro secara konsisten mengambil peran dalam pencapaian dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan kesepakatan pembangunan global untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Upaya yang dilakukan oleh Undip ini diakui keberhasilannya dengan meraih peringkat kedua terbaik nasional dalam UI GreenMetric World University Rankings Awards 2020 sebagai The 2nd Most Sustainable University in Indonesia. Pada peringkat internasional, Undip berhasil menduduki peringkat ke-39 secara global dari 912 universitas dan 84 negara yang termasuk dalam penilaian.

 

UI GreenMetric World University Rankings Awards 2020 adalah sistem ranking yang memberi penilaian dan apresiasi kepada universitas berdasarkan komitmen dan tindakan universitas terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan dengan menerapkan kebijakan dan program ramah lingkungan serta berkelanjutan. Menjunjung tema “Universities Responsibility for Sustainable Development Goals and World’s Complex Challenges”, konferensi UI GreenMetric World University Rankings Awards 2020 diadakan secara daring pada tanggal 7 Desember 2020 dengan mengundang ahli lingkungan dan perwakilan dari universitas. Fokus dengan tujuan “Green Campus and Sustainability in Universities”, sistem ranking ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian semua pihak dalam jajaran institusi agar lebih memperhatikan perubahan iklim global, konservasi energi dan air, daur ulang limbah, dan transportasi hijau.

sumber foto : web undip 
 

Prestasi ini merupakan apresiasi sekaligus dorongan untuk Undip agar meningkatkan usahanya dalam membangun kampus hijau, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH. M.Hum., menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Undip yang telah melaksanakan program Sustainable Campus dengan kegiatan ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Undip juga berupaya memperluas kawasan terbuka hijau berupa pembuatan taman dan hutan kampus, efesiensi energy, penggunaan energy ramah lingkungan, konservasi air, transportasi hijau, serta pembangunan kampus dengan konsep green and smart building“, jelas beliau. “Kedepannya, Undip berharap dapat berkontribusi lebih banyak untuk menjaga kelestarian serta konservasi sumber daya alam sehingga berdampak baik bagi Bumi kita tercinta”, tambah beliau.

#undip #universitasdiponegoro #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Selasa, 08 Desember 2020

Animo Masuk Prodi DSI Undip Cukup Tinggi

SEMARANG – Program Studi (Prodi) Doktor Sistem Informasi (DSI) yang diselenggarakan Universitas Diponegoro (UNDIP) menjadi program satu-satunya saat ini dan yang pertama di Indonesia. Meski merupakan Prodi baru yang berhimpun di Sekolah Pasca Sarjana Undip, Program DSI yang mulai menerima mahasiswa pada Tahun Akademik 2020/2021 ternyata sangat diminati.

 

Ketua Program DSI Sekolah Pasca Sarjana Undip, Prof. Dr. Suryono, S.Si.M.Si., mengatakan Program Doktor Sistem Informasi Undip sudah memulai aktivitas akademik untuk mahasiswa angkatan pertama yang masuk pada semester ganjil TA 2021. Rencananya, di semester genap TA 2020/2021 akan ada penerimaan lagi.

 

“Pada semester ganjil, kita menerima 25 mahasiswa. Sedangkan untuk semester Genap nanti, kami akan menerima lagi 15 mahasiswa karena tahun ini jumlah yang diterima dibatasi 40 mahasiswa saja. Rincian, 25 mahasiswa untuk angkatan semester Ganjil dan 15 mahasiswa di semester Genap,’’ kata Prof.Dr. Suryono, S.Si.MSi., Kamis (3/12/2020). Menurut Beliau, animo masuk ke Prodi DSI Undip cukup tinggi untuk ukuran jenjang doktor atau strata tiga. ‘’Saat baru dibuka, ada sedikitnya 47 calon mahasiswa yang ingin bergabung. Namun kami hanya bisa menerima 25 orang saja,’’ ungkap beliau.

 

Saat ini saja, ketika penerimaan semester ganjil belum dibuka, sudah banyak yang menanyakan, dan ingin bergabung. Puluhan orang secara intens menanyakan tata cara, persyaratan dan hal-hal lain terkait program DSI Undip, sementara kursi yang tersedia hanya untuk 15 mahasiswa. Mereka yang disebut berminat itu, belum termasuk yang menanyakan secara kelembagaan seperti dari Politeknik Belitung yang minta informasi studi dan menginginkan pertemuan resmi dengan pengelola untuk menajaki kerja sama secara kelembagaan.

 

Berdasarkan kalender akademik yang ada, pembukaan pendaftaran PDSI Undip untuk Semester Genap 2020/2021 akan dimulai pada tanggal 7 Desember 2020. Sedangkan ujian masuk akan dilaksanakan 17 Januari 2021, dengan materi tes masuk meliputi tes potensi akademik (TPA), bahasa Inggris, wawancara, dan presentasi rencana desertasi. Hasil seleksi akan diumumkan 20 Januari 2021, dan bagi yang dinyatakan diterima harus segera mengikuti kuliah per 1 Februari 2021.

 

Lebih lanjut Suryono mengungkapkan, kebanyakan yang mengambil Pogram DSI adalah para tenaga pengajar, yakni dosen. ‘’Dari 25 mahasiswa di Semester Ganjil tersebut, 24 orangnya adalah dosen. Mereka rata-rata dosen komputer. Hanya satu mahasiswa saja, yang bukan dari dosen dan tidak terikat institusi tertentu,’’ tuturnya.

 

Ditanya mengenai banyaknya jumlah mahasiswa yang diterima, menurut beliau karena sarana dan prasarana yang tersedia memungkinkan. Tingginya animo, juga menjadi salah satu pertimbangan. Suryono menyebut, semua untuk mengikuti program doktor sistem informasi kita harus keluar negeri, namun sekarang sudah bisa dilakukan di Indonesia. Undip menjadi pelopornya.

 

Ada dua jalur yang bisa dipilih untuk menjadi doktor sistem informasi di Undip. Yang pertama adalah jalur kuliah yang harus dimulai dengan mengikuti kuliah 10 SKS. Setelah itu dilanjutkan dengan penelitian dan mempublikasikan penelitiannya di jurnal internasional. Untuk jalur kedua yaitu riset, di awal kuliah mahasiswa langsung menjalani ujian proposal penelitian. Dalam jalur ini ada bimbingan proposal penelitian dan dilanjutkan dengan ujian proposal penelitian. Penelitian baru dilakukan setelah proposal penelitiannya dinyatakan lulus. Target publikasi jalur riset bagi mahasiswa adalah tiga publikasi ilmiah di jurnal Internasional.

#undip #universitasdiponegoro #semarang #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

  

HUMAS Harus Eksis dalam Menyebarkan Informasi di Masa New Normal

sumber foto : web undip 

BATANG – Hubungan Masyarakat atau sering disebut Humas merupakan salah satu profesi yang selalu ada disetiap intansi dikarenakan sebagai pusat komunikator publik. Humas juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari interaksi suatu instansi. Saat ini, Pandemi mengubah keadaan untuk dapat berkreasi lebih tinggi tak terkecuali kerja Humas. Keadaan New Normal juga menuntut Humas untuk selalu adaptif dan responsif sehingga bisa selalu eksis dalam menyebarkan berbagai informasi. Hal ini selaras dengan kegiatan Kuliah Umum yang dilaksanakan oleh Program Studi Hubungan Masyarakat PSDKU Batang Universitas Diponegoro yang mengusung topik Humas yang Adaptif dan Responsif di Masa New Normal pada hari Jumat, 4 Desember 2020 melalui Google Meet. Kegiatan ini menghadirkan Narasumber yaitu Utami Setyowati, S.S,M.I.Kom selaku Kasubag Humas UNDIP. Utami memberikan materi terkait bagaimana cara Humas untuk selalu Adaptif dan Responsif dimasa New Normal ini.

Inovasi yang teruji dan bermanfaat sangat dibutuhkan dalam rangka peningkatan kualitas Humas itu sendiri seperti didalam UNDIP melakukan wisuda Daring dengan menggunakan robot buatan UNDIP, laman medsos yang selalu aktif, laman berita dan layanan informasi, dan sebagainya. “Di UNDIP Sendiri kita bekerja sama dengan para pakar dibagian IT dan lainnya sehingga dapat menciptakan sesuatu yang unik dan pastinya bermanfaat seperti robot dan pengelolaan website” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa Humas harus dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka menciptakan relasi yang kuat sehingga program yang dicanangkan dapat tercapai. “Kita sebagai Humas juga tidak boleh cuek melainkan harus komunikatif kepada semua stakeholder karena kita tidak bisa bekerja sendiri” ujarnya. Ia juga berharap sebagai mahasiswa Humas harus bisa selalu responsif terhadap perubahan.

#undip #universitasdiponegoro #semarang #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Prestasi Membanggakan Tim Vokasi UNDIP Dalam Desain Ecovillage 2020

 

SEMARANG – Tim Vokasi UniversitasDiponegoro (UNDIP) berhasil menciptakan alat destilasi air laut dengan tongkol jagung. Tim yang diberi nama Dipo Adinata dari Sekolah Vokasi Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur Sekolah Vokasi UNDIP ini bahkan berhasil meraih juara I Tingkat Nasional dalam ajang Lomba Desain Ecovillage  2020 yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Dalam ajang kompetisi tersebut, Dewan Juri bahkan memberikan apresiasi besar dan menetapkannya sebagai sebagai karya terbaik Desain Ecovillage 2020. Ketua Program Studi Sekolah Vokasi S1 Terapan Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur UNDIP, Asri Nurdiana S.T. M.T., mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Beliau menyatakan, universitas selalu mendorong antusiasme mahasiswa vokasi untuk ikut lomba baik itu tingkat nasional maupun internasional sebagai sarana untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi. Suatu pola pengembangan dalam program pendidikan vokasi. ”Alhamdulillah, dari keikutsertaan kami beberapa di antaranya mendapatkan penghargaan. Yang baru-baru kami mendapat juara I untuk ajang Lomba Desain Ecovillage 2020,” kata beliau.

 

Menurut Asri, Tim Dipo Adinata beranggotakan Rizky Amelia Saptri Lay (D3 Teknik Sipil 2018), Rifqy Anggoro Senoputro (D3 Teknik Sipil 2018) dan Tiara Retno Dewanti (D4 Teknik Sipil dan Arsitektur UNDIP 2019). ‘’Mereka berhasil menjadi juara satu dalam kompetisi desain yang diadakan oleh IPB pada 25 Agustus 2020,” ungkapnya.

 

Gagasan Tim Dipo Adinata  diberi judul “Desagel: Destilasi Air Laut Dengan Memanfaatkan Limbah Tongkol Jagung Sebagai Hydrogel dengan Proses yang Cepat, Ekonomis, dan Ramah Lingkungan”.  Gagasan ini selain berbasis literatur, juga diuji dengan kondisi riil sehingga memiliki relevansi.

 

Ajang lomba Desain Ecovillage merupakan rangkaian dari ICEF 2020 yang diadakan oleh Institut Pertanian Bogor secara nasional, yang tahun ini mengambil tema Teknologi Murah Penyediaan Air Bersih pada Masyarakat Pesisir Pantai. Konsep Ecovillage disyaratkan berupa teknologi penyediaan air bersih ini yang murah, namun memenuhi aspek-aspek lain seperti ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi.

 

Sebagai gambaran, Teknologi Desagel adalah konsep destilasi yang dirancang dalam bentuk limas, dimana terdapat satu panel surya pada bagian sisi kanan kirinya sebagai alat penyalur energi matahari yang kemudian ditampung pada aki. Ada beberapa alat yang digunakan, mulai kompor listrik, lampu, kipas dan lainnya. Adapun alurnya, kompor listrik berfungsi sebagai pemanas; lampu, kipas dan hydrogel yang terbuat dari limbah tongkol jagung ini untuk mempercepat penguapan. Dengan teknologi ini masyarakat pesisir pantai dimudahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya.

#undip #universitasdiponegoro #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

 

Jumat, 04 Desember 2020

Universitas Diponegoro : Bedah Kesiapan RI Masuki Pembangunan Hijau

 

SEMARANG – Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro (UNDIP) membedah kesiapan Indonesia memasuki era pembangunan hijau (green development) dengan menggelar seminar nasional secara daring bertajuk, “Pembangunan Hijau dan Perizinan: Diplomasi, Kesiapan Perangkat, dan Pola Standarisasi”. Tema pembangunan yang berkelanjutan dijadikan pokok bahasan menimbang saat ini pemerintah tengah getol membangun kawasan industri sebagai upaya prioritas untuk menyediakan lapangan kerja.

 

Di samping kawasan industri yang sudah ada, saat ini tengah disiapkan sedikitnya  27 kawasan idustri yang mulai dibangun. Langkah tersebut pararel dengan engan diberlakukannya UU No 11 tahun 2020 tentang  Cipta Kerja yang merupakan wujud dari keinginan pemerintah untuk menggenjot investasi.

 

Persoalannya adalah apakah pembangunan kawasan industri itu disertai komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.  “Apakah kasawan industri yang dicanangkan akan menjadi eco industry park?’’ tanya Guru Besar Manajemen Ilmu Lingkungan UNDIP yang juga Wakil Ketua Dewan Riset Nasional, Prof Sudharto P Hadi MES, saat memaparkan pemikirannya dalam seminar yang digelar secara daring, Rabu (2/12/2020).

 

Dalam paparan berjudul “Tantangan Pembangunan Hijau di Era Investasi”, mantan Rektor Undip yang akrab dengan sapaan Prof Dharto ini mengungkapkan dalam konsep pembangunan hijau, pada dasarnya industri bisa  bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk masyarakat lokal dalam rangka mengurangi dampak dari aktivitasnya. Termasuk bagaimana menggunakan sumber daya alam secara baik dan efisein. ‘’Jadi, pada hakekatnya (bagaimana) mampu  mensinergikan kepentingan ekonomi, ekologi dan sosial,’’ ujar beliau. Menurut beliau, investasi hijau bukan sekedar menjadi tuan rumah relokasi industri dari berbagai negara lain. Perlu blue print pembangunan industri berkelanjutan, tipe industri yang dibangun berkonsep ekologis, dan berbasis ekonomi lokal, juga bisa memberi nilai tambah bagi kemakmuran warga di sekitar kawasan industri.

 

Adapun penyederhanaan perjizinan, termasuk AMDAL yang merupakan implementasi disahkannya UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diakui mampu menyederhanakan proses perijinan selama ini panjang dan kompleks dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Namun ada persoalan kaitannya dengan pemanfaatan ruang dalam konteks RDTR (Rencana Detail Tata Ruang). “Saya melihat kemudahan perizinan ada sisi yang mengkhawatirkan. Akan menimbulkan kerusakan lingkungan. Apalagi saat ini dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia, baru 56 kabupaten/kota yang memiliki RDTR,” kata beliau.

 

Dalam seminar yang dibuka Ketua Program Studi MIL UNDIP Dr Eng Maryono ST MT itu, diungkap kondisi itu berpotensi menurunkan kualitas AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Padahal di agenda  pembangunan berkelanjutan, misi dari AMDAL adalah mulia, yaitu sebagai rencana strategis pembangunan berkelanjutan. “Jadi hakekatnya (bagaimana) mensinergikan kepentingan ekonomi, ekologi dan sosial.’’

 

Pembicara lain dalam seminar ini adalah Ketua Pusat Riset Teknologi Hijau Sekolah Pasca Sarjana Undip, Prof Dr Ir Purwanto DEA; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, Dr Ir Mamun Murod MM MH; dan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto. Ketua Pusat Riset Teknologi Hijau Sekolah Pasca Sarjana Undip mengangkat tema “Perangkat Pembangunan Hijau”.

 

Menurut Prof Purwanto, konsep perangkat ekologi industri adalah didesain ramah lingkungan. Caranya adalah bisa memadukan aspek lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Dalam industri hijau, instrumen dan perangkat pembangunan berkelanjutan harus diterapkan.

 

Dengan begitu, maka bisa dilakukan pengurangan penggunaan jumlah bahan untuk pembuatan setiap barang dan keperluan jasa, mengurangi energi dalam proses produksi, mengurangi tersebarnya bahan beracun, memaksimalkan penggunaan sumberdaya yang dapat diperbarui, memperpanjang umur produk dengan melakukan kajian daur hidup produk dan meningkatkan intensitas pemakaian produk dan pelayanan jasa.

#undip #universitasdiponegoro #semarang #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip


Kamis, 03 Desember 2020

Program Kolaborasi UNDIP dan MIRA dalam bidang Riset

 

sumber foto : web undip 

Universitas Diponegoroberkolaborasi riset dengan MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang merupakan perguruan tinggi terbaik di dunia, berlokasi di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Kerjasama riset ini merupakan bagian program kolaborasi riset MIT-Indonesia Research Alliance (MIRA) yang dimulai pada pertengahan tahun 2019 didukung oleh Kemenristek/BRIN, Depdikbud dan LPDP yang bertujuan membangun fundamental ekosistem riset di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) unggulan di Indonesia.

 

Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc, penanggung jawab (PIC) MIRA Undip dan merupakan Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi Undip, mengatakan ada enam peneliti utama (PI) beserta anggota peneliti lainnya dari Undip yang mendapat kesempatan dalam program MIRA yang meliputi tema penelitian: energi berkelanjutan, termasuk material lanjut dan transportasi, lingkungan termasuk pemantauan dan mitigasi bencana, kemudian pangan dan kesehatan. Sebagai PIC MIRA Undip, Prof. Ambariyanto telah berkesempatan mengikuti program Executive Leadership Training di MIT pada tahun 2019 yang bertemakan Creating High Velocity Organization.

 

Sudah enam peneliti Undip, yang berangkat menemui professor partner di MIT pada bulan Desember tahun 2019 dan seharusnya ada beberapa professor MIT yang datang berkunjung ke Undip pada tahun 2020, namun karena situasi pandemi maka kolaborasi saat ini dilakukan tim peneliti Undip melalui pertemuan reguler secara virtual setiap minggu dengan tim peneliti MIT.

 

Dari enam PI tersebut, dua PI telah memperoleh mitra peneliti dari MIT dan mendapatkan seed fund. Dalam pelaksanaan program MIRA ini, Undip harus berkolaborasi dengan beberapa peneliti dari PTNBH lainnya. Sebagai contoh, dalam bidang pangan dan kesehatan, partner riset MIT adalah Prof. Anthony J. Sinskey, Biology Department dengan PI Undip Prof. Ir. Retno Murwani, M.Sc., M.App.Sc., Ph.D., dari Fakultas Peternakan dan Pertanian, sebagai koordinator penelitian (Lead PI) dimana PI dan anggota peneliti berasal dari Universitas Indonesia, IPB, dan ITS. Sedangkan dalam bidang Pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana, partner riset MIT adalah Professor Danielle Wood, Director of Space Enabled Lab, Multi Media Lab dengan PI Undip, Joga Dharma Setiawan, Ph.D dari Fakultas Teknik, sekaligus sebagai Lead PI dimana PI dan anggota penelitinya dari ITB, Unpad, dan IPB.

 

Selanjutnya, Prof Ambariyanto mengatakan bahwa pada akhir tahun 2020 ini, tim peneliti Undip dan MIT dalam program MIRA ini diharapkan dapat menyerahkan proposal riset untuk melanjutkan kolaborasi riset yang dilaksanakan pada tahun 2021-2023.

#undip #universitasdiponegoro #semarang #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip


Rabu, 02 Desember 2020

Gerakan English Day Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

 

Universitas Diponegoro tengah menjalankan misi sebagai World Class University (WCU) dan Pemeringkatan Perguruan Tinggi dengan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana belajar mengajar. Salah satu indikator untuk tercapainya misi tersebut yaitu dinilai dari jumlah program studi yang menawarkan program internasional dan jumlah mahasiswa internasional. Beberapa program studi di Undip telah membuka International Undergraduate Program (IUP), dan pada 2020 ini Fakultas Teknik menyusul fakultas lainnya yang telah membuka program IUP. Program studi yang membuka program IUP di Fakultas Teknik Undip antara lain Teknik Kimia, Teknik Sipil, dan Perencanaan Wilayah Kota.

 

Berkaitan dengan Program IUP, kemampuan berbahasa Inggris merupakan indikator dasar yang diperlukan untuk kegiatan belajar mengajar. Selain dosen dan mahasiswa, tenaga kependidikan juga perlu untuk lancar berbahasa Inggris untuk mendukung misi Undip sebagai WCU. Untuk mendukung misi tersebut, Fakultas Teknik Undip menerapkan program English Day setiap hari Senin. Program yang berjalan sejak tanggal 30 November 2020 ini bertujuan untuk melatih seluruh warga Fakultas Teknik Undip agar terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Kantor Urusan Internasional Fakultas Teknik juga akan mengadakan kelas bahasa Inggris untuk dosen dan tenaga kependidikan yang nantinya diselenggarakan secara luring dan daring.

 

Gerakan ini merupakan langkah cemerlang untuk meningkatkan kualitas Undip menjadi WCU. “This is a great movement because it can improve our English skill (ini adalah gerakan yang baik karena dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris kita)”, ungkap salah satu mahasiswa pada English Day perdana yang diadakan Senin kemarin (30/11/2020). Rencananya program ini akan dimulai dari komunikasi non-resmi antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Rektor Undip mendukung program ini agar segenap warga Undip mahir berbahasa Inggris dan dapat bersaing secara global di dunia internasional.

#undip #universitasdiponegoro #semarang #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip


 

Selasa, 01 Desember 2020

Acara Publikisme Fisip UNDIP 2020

 

SEMARANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro menjadikan kegiatan publikisme untuk menguatkan proses pembelajaran bagi para mahasiswa dalam menangani kegiatan. Tradisi yang diinisiasi oleh Departemen Administrasi Publik Fisip Undip ini didedikasikan agar mahasiswa mengasah kemampuan berorganisasi melalui pengelolaan event atau kegiatan yang sifatnya terbuka dan melibatkan banyak pihak.

 

Publikisme merupakan serangkaian acara besar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik (HMJ AP) Fisip yang digelar sejak tahun 2014. Dalam acara ini, serangkaian acara mulai dari Seminar Nasional, Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa, Lomba Essay Siswa/i SMA sederajat, Temu Alumni, juga digelar pentas musik Publikustik, dan bazaar Public Super Sale.

 

Tahun ini diangkat tema “Kebijakan Ketenagakerjaan Era New Normal di Indonesia: Peluang dan Tantangan” dalam Webinar Nasional Publikisme yang dihadiri langsung oleh Dekan Fisip Undip, Dr. Hardi Warsono,MTP., dan beberapa tokoh seperti Ir Abdul Kadir Karding SPi Msi (Anggota DPR RI),  Ketua Apindo Jateng Frans Kongi dan Ketua Pusat Studi Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja (PSHIPTK) Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Dr Andarani Yurikosari SH MH, memaparkan kajiannya berkait dengan tema tersebut.

 

Menurut Hardi Warsono, program publikisme Fisip Undip semenjak diluncurkan sampai sekarang makin terlihat manfaatnya bagi para mahasiswa, sehingga fakultas sepakat untuk mempertahankan dan mengembangkan program tersebut.  Keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan event yang kajiannya relevan dengan kondisi aktual dinilai mampu memberikan wawasan dan pengalaman yang bermanfaat.

 

Pada konteks situasi pandemi karena Covid-19, dimana banyak permasalahan yang mengganggu seluruh persendian ekonomi, kemampuan berubah dan beradaptasi di segala bidang harus dilakukan.  Yang paling terasa, Covid-19 membuat revolusi industri 4.0 terwujud lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Untuk itu mahasiswa sebagai calon tenaga kerja baru dituntut mampu adaptif pada era new normal dengan meningkatkan kapasitas diri.

 

Pada webinar yang digelar Selasa (24/11/2020), Abdul Karding memaparkan “Tantangan dan Peluang Tenaga Kerja di Era New Normal”, sedangkan Frans Kongi Ketua selaku Apindo Jateng menyampakan materi ‘Kondisi, Tantangan dan Peluang Usaha di Era New Normal’; sementara Ketua PSHIPTK Univ Trisakti  Dr Andarani Yurikosari SH MH membawakan makalah berjudul “Kebijakan Keteranagkerjaan Era New Normal di Indonensia dari Sudut Padang Hukum Ketenaga-Kerjaan”.

 

Anggota DPR RI yang juga alumnus FPIK Undip, Ir Abdul Kadir Karding SPi Msi, mengingatkan tantangan ketenagakerjaan, khususnya peningkatan angkatan kerja sebesar 2,9 juta orang per tahun. Pertumbuhan angkatan kerja saat ini harus berhadapan dengan realita makin kecilnya lapangan kerja karena pandemi yang bahkan menyebabkan 5 juta pekerja di-PHK.

 

Untuk itu, Karding meminta agar pembahasan ketenagakerjaan mencakup tiga hal sekaligus, yakni buruh, perusahaan dan kebijakan, dalam hal ini pemerintah. Ketiganya harus dibahas detail agar bisa ditemukan solusinya. Dia juga mengungkapkan, di era new normal industri yang terlihat berkembang adalah sektor kesehatan, makanan dan jasa online. Sementara industri padat karya seperti konstruksi dan manufaktur melorot tinggal 28% dari kapasitas normal.

 

Sementara Ketua Apindo Jateng mengatakan pandemi Covid-19 sangat memukul industri manufaktur. Bulan Mei 2020 merupakan saat terberat, karena tidak bisa mengekspor sebagai imbas dari kebijakan lockdown di beberapa mitra dagang luar negeri seperti Amerika, Tiongkok, Jepang, India dan lainnya. Kondisi itu, menyulitkan pengusaha yang sudah memproduksi dan mengeluarkan biaya-biaya.

 

Di sisi lain, pasar dalam negeri juga ikut terpuruk karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Industri tekstil Jateng yang biasanya menjadi pemasok besar di di Tanah Abang Jakarta dan Pasar Turi Surabaya, juga terseok karena pasar ditutup sehingga cash flow  perusahaan terganggu.

 

Pakar hukum dari Universitas Trisakti, Andarani Yurikosari, menyebut keadaan pandemi sebagai keadaan Force Majeure (keadaan kahar), yakni kejadian luar biasa yang menyebabkan orang tidak mampu memenuhi prestasinya kerena peristiwa di luar kemampuannya. Meski demikian, kondisi itu tidak bisa langsung digunakan untuk membatalkan kontrak atau perjanjian. Keadaan kahar hanya dapat digunakan untuk bernegosiasi kembali bagi para pihak dalam kontrak itu mengenai hal-hal yang tidak bisa dipenuhi para pihak, termasuk dalam hal ketenagakerjaan.

 

Dia mengatakan para pihak boleh melakukan perjanjian ulang pada kondisi pandemi ini. Yang tidak boleh adalah kebijakan perusahaan yang melanggar ketentuan yang diatur dalam undang-undang

#undip #universitasdiponegoro #semarang #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip