Kamis, 30 April 2020

Ada Kemewahan Dalam Berbagi


“Percayalah bahwa sebuah kebaikan , akan menimbulkan kebaikan lainnya. Sekecil apapun itu asal dilakukan dengan HATI.”

Halo sahabat, apa kabar di masa pandemik Covid 19 sekarang? Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan penuh syukur. Dan jangan lupa untuk tetap berbuat kebaikan ya! Mengisi hidup dengan hal -hal kebaikan itu sangat menyenangkan! Sebagai manusia sudah selayaknya kita mengoreksi kembali diri kita, sudah sejauh mana hati kita rela memberi, berbagi dan membantu sesama. Cobalah merenung tentang seberapa banyak kesempatan buat kita untuk berbagi kebaikan. Karena hidup sangatlah terbatas, selagi bisa berbagi kebaikan, mulailah sebelum terlambat. Tulisan yang berisi pesan ini cukup adanya  mengingatkan kita betapa berharganya KEBAIKAN.


Berbicara tentang Berbagi Kebaikan, sesuatu hal menarik namun cukup rumit, bukan? Seseorang yang berkelimpahan bisa saja merasa kekurangan karena tidak mengamalkan berbagi kebaikan. Tidak pernah bertemu orang susah membuat diri dikurung rasa ingin memperkaya diri sendiri, padahal jika dipikir-pikir kekayaan bukan untuk dinikmati diri sendiri dan keluarga, namun sangat berarti Ketika bisa membantu sesama dan menjadi inspirasi. Seseorang yang berkecukupan bisa saja merasa hidupnya berkelimpahan karena menebar kebaikan. Bertemu dan membantu orang susah memperkaya rasa empati dan rasa syukurnya. Tepat saatnya, tulisan ini dibuat untuk mengingatkan kita arti penting berbagi melalui Zakat. Taaatlah membayar zakat seperti kita taat membayar pajak. Berbagilah dengan cara yang tepat, untuk membersihkan hati, jiwa, dan pikiran. Bantulah sesama dengan membayar zakat. Karena Apapun yang dilakukan dengan hati dan tulus, pasti akan berhasil dan sampai kepada yang menerima.


Keindahan hidup dengan menebar kebaikan tak hanya sebatas tidak merugikan orang lain, namun ketika masih mampu untuk membantu, marilah meringankan langkah dan gerak untuk berbagi kepada yang membutuhkan dan tidak berdaya. Ayo bersihkan hati dan harta kita untuk Kemanusiaan. Indonesia termasuk negara berkembang, yang mana tingkat penduduk miskin masih cukup tinggi, pemerataan hingga kualitas  pendidikan sangat terbatas, sehingga Sumber Daya Manusiapun sulit bersaing.  Sudah saatnya kita manusia tergerak membantu masyarakat miskin, karena sesungguhnya sebagian dari diri kita adalah milik orang lain. Jadilah manusia yang rela berbagi kebaikan sehingga orang banyak melihat betapa mulianya berbuat kebaikan, karena disetiap sudut pasti ada jiwa yang hidup yang mampu menghidupkan jiwa lainnya. Percayalah!

Berbicara tentang Kebaikan tak ada habis-habisnya untuk menceritakan mereka yang selalu menebar kebaikan bagi orang-orang yang membutuhkan. Seperti halnya  sosok perempuan hebat dan menginspirasi yaitu Ibu Warji. Seorang Muslimah, yang mengabdi di Pelosok negeri. Sudah lebih 20 tahun beliau mengabdi untuk Kesehatan dan Pendidikan masyarakat di desa Binter, Nunukan, Kalimantan Utara. Menariknya, beliau hidup ditengah masyarakat Nasranih namun tetap menjalankan ajaran Islam dan menghargai masyarakat desa. Sungguh mulia perbuatan beliau yang membantu sesama tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Beliau mengingatkan kita bahwa berbuat baik itu tak terbatas dalam hal apapun. Dalam kesibukannya pagi hingga siang di Puskesmas desa, beliau menginisiasi Program Belajar bagi para orang tua desa yang masih buta huruf dan buta angka di sore hari. Kepeduliannya terhadap kaum ibu-ibu yang kesulitan membaca menggerakkan hatinya mengajari menulis, membaca dan berhitung secara Gratis. Senyum tulus dan ikhlas selalu tergambar dari beliau.  Semangatnya seakan meyakinkan orang tua di desa bahwa mereka masih mempunyai harapan untuk bisa menulis, membaca dan berhitung. Meskipun menjadi minoritas di desa, beliau tetap taat menjalankan ajaran islam, sholat 5 waktu, hingga beramal dan membayar zakat pun masih tetap dilakukan meskipun jarak desa ke kecamatan sangatlah jauh, pun harus melintasi sungai selama 3 jam. Beliau mengajarkan pada kita bahwa bahwa untuk menjadi manusia berarti harus saling peduli dan bekerjasama untuk menciptakan hidup yang lebih baik.

( Ibu Warji bersama ibu-ibu sehabis belajar)

Mungkin jika ditelaah lebih jauh, masih banyak orang yang rela berbuat kebaikan tanpa mengharapkan imbalan, karena meskipun masih banyak tangan yang tega berbuat nista, pasti dalam batin pernah terucap ”ternyata masih banyak orang baik di dunia ini!” Di tengah dunia yang penuh godaan barangkali kita menjadi salah seorang yang berdiam diri enggan melakukan kebaikan. Mulailah dari hati kita! Itu sebabnya ada lirik lagu yang berbunyi “jagalah hati, jangan kau kotori!” Bagaimanapun hati yang baik pasti bersinar terang diantara belukar dunia, dan akan selalu ada alasan mengapa hati kita harus menebar kebaikan terhadap sesama.

Sahabat, ingatlah bahwa tak akan kekurangan mereka yang ikhlas untuk berbagi. Berbagi ada banyak jenisnya, mulai dari berbagi ilmu dan pengetahuan , berbagi makanan dan pakaian, berbagi nasihat baik, bersedekah, hingga berzakat. Apalah artinya kemakmuran bila tidak berbagi pada yang membutuhkan? Ingatlah untuk tidak mementingkan diri sendiri dan keluarga, untuk tidak menggunungkan uang di dunia namun lupa beramal untuk bekal perjalanan abadi. Mendekatlah pada mereka yang kekurangan, lihatlah mereka seperti kita melihat diri kita sendiri, tak ada yang lebih dalam hidup, namun cukup dan layak ketika kita menghargai dan berbagi kebaikan terhadap sesama. Karena Kita tidak perlu mengguncang dunia untuk mengubah kehidupan seseorang, satu tindakan kecil kebaikan akan berdampak besar ketika dilakukan dengan tulus dan ikhlas.

Tulisan ini saya buat untuk menunjukkan kepada sahabat-sahabat bagaimana kita dapat saling memahami dan saling membantu. Menegakkan makna hati yang sesungguhnya, ketika hati baik maka pikiranpun baik. Hati yang rela memberi, berbagi dan membantu orang lain adalah hati yang menerangi karaktermu dengan cinta dan kebaikan. Karena selalu ada kemewahan dalam berbagi kebaikan.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Sumber : dompetdhuafa.org



39 komentar:

  1. Indahnya berbagii ������

    BalasHapus
  2. Tulisan yang sangat indahh,, ;) di tunggu teruss tulisannyaa

    BalasHapus
  3. Huee kacau bagusss ��
    Seketka trsndir utk senantiasa brbgi skclnya dimulai dgn mmbershkan hati ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantap kalau tersindir, semoga kita berbuat baik selalu. Terima Kasih Noyyy

      Hapus
  4. nicee,semangat terus dalam berkarya dik!

    BalasHapus
  5. Keren 🤩 makasi udah menginspirasi ucaa 😊🌹

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih kembali, selamat menginspirasi

      Hapus
  6. Keren ucha, semangat untuk berkarya, love ucha❣️💋

    BalasHapus
  7. Lakukanlah Kebaikan bagi sesama,seperti Tuhan Allah selalu baik bagi kita.
    Thankyou best marusaha,sangat bermanfatt😊

    BalasHapus
  8. Panutan memang uncha ini👍

    BalasHapus
  9. Keren banget kak👍 Semangat terus berkaryanya yah😊

    BalasHapus
  10. Menanam 1 kebaikan, berbuah 1000 kebaikan lainnya. Tetap menjadi produktif dan bermanfaat bagi orang banyak, Ucha!!

    BalasHapus
  11. Keren bg Ucha.. Semangat dan tetap jaga kesehatan bg 😇

    BalasHapus
  12. Terima Kasihhhhh. Bu Warji memang inspirasi bangetttttt

    BalasHapus
  13. terima kasih dik Rahel... stay safe too

    BalasHapus
  14. Semangat Uchaaa, good luck!

    BalasHapus