Sabtu, 25 April 2020

3 Lagu Ebiet G Ade bertema Kemanusiaan yang Menginspirasi

Seruan untuk Bertobat
Bagi para penggemar lagu, jangan sampai ketinggalan ya dengan lagu-lagu Ebiet G. Ade yang penuh makna banget. Meskipun beliau sosok penyanyi yang sukses dizaman-ya, namun karya-karya masih relevan. Gua bersyukur banget bisa mendengar lagu-lagu zaman 90-an dulu, yang mana banyak mengangkat tema kehidupan dibanding cinta seperti lagu kekinian. Ya, lagu-lagu sekarang banyak menceritakan cinta, patah hati, galau dan sebagainya. Padahal hidup tak sebatas cinta-cintaan, kebanyakan itu tentang air mata, senyum dan kenangan.


Okayyy saatnya gua bongkar lagu beliau yang mengajak kita manusia untuk tau kodrat kita sebagai manusia! 3 lagu Ebiet G. Ade ini akan  menginspirasi kita untuk mampu memperbaiki diri ke arah yang lebih benar.

1. Masih Ada Waktu
Lagu ini salah satu lagu favorit gua. Lagu ini dirilis pada tahun 2008 silam. Maknanya dalam banget dan sangat nyata. Lagu ini mengingatkan kita bahwa waktu kita di dunia sangat terbatas, kapanpun dan dimanapun kita bisa saja meninggalkan dunia, jadi mumpung masih ada waktu mari berbuat hal baik dan kebaikan terhadap diri sendiri, sesama dan terutama padaNya, untuk mengumpulkan bekal perjalanan Abadi kelak.

Bila masih mungkin kita menorehkan batin

Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas
Mumpung masih ada kesempatan buat kita
Mengumpulkan bekal perjalanan abadi
Kita pasti ingat tragedi yang memilukan
Kenapa harus mereka yang terpilih menghadap
Tentu ada hikmah yang harus kita petik
Atas nama jiwa mari heningkan cipta
Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu
Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung
Hanya atas kasih-Nya, hanya atas kehendak-Nya
Kita masih bertemu matahari
Kepada rumput ilalang, kepada bintang gemintang
Kita dapat mencoba meminjam catatan-Nya
Sampai kapankah gerangan
Waktu yang masih tersisa
Semuanya menggeleng, semuanya terdiam
Semuanya menjawab tak mengerti
Yang terbaik hanyalah segera bersujud
Mumpung kita masih diberi waktu.

2. Untuk Kita Renungkan
Terkadang merenung cara terbaik untuk menenangkan diri, bukan? Dengan merenung kita dapat mengungkapkan kesalahan kita, merasa berdosa bahkan hasrat untuk memperbaiki diri dan keadaan. Lagu ini dirilis pada tahun 1982, sepenggal liriknya bikin bulu merinding “Kita mesti berjuang memerangi diri, bercermin dan banyaklah bercermin. Tuhan ada disini di dalam jiwa ini, berusahalah agar Dia tersenyum”
Menjadi manusia baru untuk hidup yang lebih baik, mengapa bukan? Mari kita renungkan!

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat ooh
Singkirkan debu yang masih melekat.
Du du du du du du du oh oh oh
Anugerah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya.
Adalah Dia di atas segalanya.
Anak menjerit-jerit, asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah
Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista...
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada disini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum... ohh
Berusahalah agar Dia tersenyum

3. Berita Kepada Kawan
Masih ingat bencana gas beracun di Dataran Tinggi Dieng pada 1978 silam? Bencana yang menewaskan 149 warga Dieng  atas tragedi kawah Sinila. Lagu ini dirilis pada Juni 1978. Lagu ini mengingatkan kita untuk memahami diri, untuk melihat diri apakah kita bangga dengan dosa-dosa yang kita perbuat, berbagai kejahatan, intolaran, seks bebas, prostitusi, korupsi sampai dusta dan bullying. Jika menghayati lebih setiap lirik lagu akan terasa sangat haru!

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk disampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan
Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

SEMOGA BERMANFAAT! SELAMAT MEMPERBAIKI DIRI!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar