Seruan untuk Bertobat
Bagi
para penggemar lagu, jangan sampai ketinggalan ya dengan lagu-lagu Ebiet G. Ade
yang penuh makna banget. Meskipun beliau sosok penyanyi yang sukses dizaman-ya,
namun karya-karya masih relevan. Gua bersyukur banget bisa mendengar lagu-lagu
zaman 90-an dulu, yang mana banyak mengangkat tema kehidupan dibanding cinta
seperti lagu kekinian. Ya, lagu-lagu sekarang banyak menceritakan cinta, patah
hati, galau dan sebagainya. Padahal hidup tak sebatas cinta-cintaan, kebanyakan
itu tentang air mata, senyum dan kenangan.
Okayyy
saatnya gua bongkar lagu beliau yang mengajak kita manusia untuk tau kodrat
kita sebagai manusia! 3 lagu Ebiet G. Ade ini akan menginspirasi kita untuk mampu memperbaiki
diri ke arah yang lebih benar.
1. Masih Ada Waktu
Lagu ini salah satu lagu favorit gua. Lagu ini dirilis
pada tahun 2008 silam. Maknanya dalam banget dan sangat nyata. Lagu ini
mengingatkan kita bahwa waktu kita di dunia sangat terbatas, kapanpun dan
dimanapun kita bisa saja meninggalkan dunia, jadi mumpung masih ada waktu mari
berbuat hal baik dan kebaikan terhadap diri sendiri, sesama dan terutama
padaNya, untuk mengumpulkan bekal perjalanan Abadi kelak.
Bila masih mungkin kita menorehkan batin
Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas
Mumpung masih ada kesempatan buat kita
Mengumpulkan bekal perjalanan abadi
Kita pasti ingat tragedi yang memilukan
Kenapa harus mereka yang terpilih menghadap
Tentu ada hikmah yang harus kita petik
Atas nama jiwa mari heningkan cipta
Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu
Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung
Hanya atas kasih-Nya, hanya atas kehendak-Nya
Kita masih bertemu matahari
Kepada rumput ilalang, kepada bintang gemintang
Kita dapat mencoba meminjam catatan-Nya
Sampai kapankah gerangan
Waktu yang masih tersisa
Semuanya menggeleng, semuanya terdiam
Semuanya menjawab tak mengerti
Yang terbaik hanyalah segera bersujud
Mumpung kita masih diberi waktu.
2. Untuk Kita Renungkan
Terkadang merenung cara terbaik untuk
menenangkan diri, bukan? Dengan merenung kita dapat mengungkapkan kesalahan
kita, merasa berdosa bahkan hasrat untuk memperbaiki diri dan keadaan. Lagu ini
dirilis pada tahun 1982, sepenggal liriknya bikin bulu merinding “Kita mesti
berjuang memerangi diri, bercermin dan banyaklah bercermin. Tuhan ada disini di
dalam jiwa ini, berusahalah agar Dia tersenyum”
Menjadi manusia baru untuk hidup yang
lebih baik, mengapa bukan? Mari kita renungkan!
Kita mesti telanjang dan benar-benar
bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat
ooh
Singkirkan debu yang masih melekat.
Du du du du du du du oh oh oh
Anugerah dan bencana adalah
kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya.
Adalah Dia di atas segalanya.
Anak menjerit-jerit, asap panas
membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah
Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista...
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada disini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum... ohh
Berusahalah agar Dia tersenyum
3. Berita Kepada Kawan
Masih ingat bencana gas beracun di
Dataran Tinggi Dieng pada 1978 silam? Bencana yang menewaskan 149 warga
Dieng atas tragedi kawah Sinila. Lagu
ini dirilis pada Juni 1978. Lagu ini mengingatkan kita untuk memahami diri,
untuk melihat diri apakah kita bangga dengan dosa-dosa yang kita perbuat,
berbagai kejahatan, intolaran, seks bebas, prostitusi, korupsi sampai dusta dan
bullying. Jika menghayati lebih setiap lirik lagu akan terasa sangat haru!
Perjalanan ini terasa sangat
menyedihkan
Sayang engkau tak duduk disampingku
kawan
Banyak cerita yang mestinya kau
saksikan
Di tanah kering bebatuan
Tubuhku terguncang dihempas batu
jalanan
Hati tergetar menampak kering
rerumputan
Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut kukabarkan
semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada
matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap
langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat
tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan
dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat
dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang
bergoyang
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut kukabarkan
semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada
matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap
langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat
tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan
dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat
dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang
bergoyang
SEMOGA BERMANFAAT! SELAMAT MEMPERBAIKI DIRI!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar