Senin, 04 Januari 2021

Undip Melakukan Riset Tentang Sustainable Aquaculture

Isu tentang sustainable aquaculture semakin banyak didiskusikan di seluruh dunia sejalan dengan perkembangan dan upaya pencapaian 17 goals dari Sustainable Development Goals, khususnya tujuan ke 14 yakni Life Below Water. Universitas Diponegoro (Undip) sebagai universitas riset dengan Pola Ilmiah Pokok Coastal Region Eco-development juga tergerak untuk melakukan riset mengenai topik tersebut. Selama beberapa tahun terakhir ini riset tentang sustainable aquaculture dilakukan oleh Nuning Vita Hidayati (NVH) mahasiswa Program Doktor Manajemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP yang didukung Pemerintah Indonesia melalui beasiswa LPDP skema Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia – Luar Negeri (BUDI-LN) dan program kerjasama Undip-AMU. Riset ini dilakukan di pantai utara Jawa Tengah dan atas Kerjasama Undip dengan Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Aix-Marseille Université (AMU) dari Perancis.

 

Riset ini mengangkat topik tentang emerging contaminants (contaminan yang baru muncul) dalam kaitannya dengan sustainable aquaculture (budidaya perikanan berkelanjutan). Konsep akuakultur berkelanjutan sendiri mengacu pada prinsip pembangunan berkelanjutan sebagaimana telah diadopsi pada berbagai sektor baik yang berbasis sumberdaya alam (natural resources) maupun industri (manufacturing). Dalam perspektif budidaya perikanan, prinsip keberlanjutan dimaknai sebagai upaya pengelolaan sumberdaya akuakultur secara bertanggungjawab dengan tetap menjamin kualitas lingkungan dan upaya konservasi sumberdaya alam. Dalam konteks ini, polutan menjadi salah satu indikator kunci.

 

Riset ini mengkaji secara tuntas berbagai jenis emerging contaminants yang menjadi fokus perhatian dalam kegiatan budidaya yaitu; logam berat, Persistent Organic Pollutants (Organochlorine Pesticides, OCPs dan Polychlorinated Biphenyls, PCBs), serta senyawa obat-obatan (antibiotik). Topik ini diangkat sebagai salah satu bentuk kepedulian UNDIP dalam mendukung upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Sumber artikel : web undip

Senin, 28 Desember 2020

Kajian Calon Guru Besar UNDIP Pada Teknologi Asap Cair Pada Ikan Dorong Go Global

SEMARANG –  Teknologi asap cair untuk pengolahan hasil perikanan diyakini akan menjadi trend baru di era industri 4.0 yang mampu mendorong produk ikan asap Indonesia  go global atau masuk pasar internasional. Pemakaian teknologi asap cair juga diyakini bakal menarik kaum milenial menjadi konsumen ikan asap.

 

Hal itu terungkap dalam paparan calon guru besar dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, Dr Ir Fronthea Swastawati MSc, dalam makalah berjudul “Inovasi Teknologi Asap Cair Untuk Pengolahan Hasil Perikanan Menuju Revolusi Industri 4.0 di Indonesia”. Hadir dalam Sidang Pleno Dewan Profesor Senat Akademik (SA) Undip yang diselenggarakan secara offline dan online Rabu (16/12/2020), Ketua SA Undip Periode 2020-2025 Prof Ir Edy Rianto MSc PhD IPU, Prof Dr Endang Larasati Setianingsih MS (Sekretaris SA), Ketua Dewan Profesor Undip Prof Dr Ir Purwanto DEA, serta para guru besar dan anggota Senat Akademik. Bertindak sebagai moderartor Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof Ir Tri Winarni Agustini MSc PhD.

 

Dalam paparannya, Fronthea Swastawati yang sehari-hari menjadi pengajar dosen Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan itu mengungkapkan sebenarnya asap cair adalah hasil kondensasi atau pengembunan dari pembakaran bahan-bahan seperti tempurung kelapa, jonggol jagung, sekam padi atau kayu yang banyak mengandung lignin, selulosa dan hemaselulosa.Asap cair mengandung senyawa fenol dan karbonil yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri, antioksidan, flavour agent serta bahan pengawet. Selain itu bisa juga dimanfaatkan untuk pengolahan produk pangan, dan sebagai desinfektan.

 

Berdasarkan penelitian, pengasapan menggunakan asap cair menunjukkan kualitas produk lebih baik, secara waktu juga lebih cepat, biaya produksi lebih hemat, ramah lingkungan dan tidak perlu berinvestasi untuk membangun cerobong asap. Selain itu kebutuhan ruang untuk penyimpanan asap cair lebih kecil.

 

Hasil perlakuan pada filet ikan lele yang menunjukkan bahwa jaringan otot pada ikan tanpa penambahan asap cair nanokapsul mudah mengalami kerusakan dan rapuh, sedangkan jaringan otot filet dengan penambahan asap cair lebih kompak. Hal itu menunjukkan bahwa penambahan asap cair nanokapsul memberikan efek positif terhadap tekstur jaringan otot ikan.

 

Mengenai perubahan tekstur, itu terkait dengan penurunan kadar air yang mengakibatkan tekstur ikan lebih padat karena pengaruh senyawa karbonil yang terkandung pada asap cair. Adapun bahan pelapis yang digunakan dalam penelitian merupakan alginate.

 

Fronthea yang lulus program magister di University of  Humberside Inggris ini mengakui meski ada teknologi asap cair, produk Ikan asap tradisional mungkin tidak akan tergeser. Pada generasi tradisional minat mengkonsumsi ikan asap tradisional masih tetap tinggi, namun pada  generasi terdidik atau peminat baru ikan asap cair serta generasi milenial, diyakini lebih menerima produk ikan asap cair.

 

Yang menarik, produk ikan asap cair akan lebih mudah masuk ke pasar global karena lebih seragam, lebih awet dan lebih rendah risiko karsinogeniknya. Hal itu sangat menguntungkan karena semua wilayah di Indonesia memiliki produk ikan asap.

#universitasdiponegoro #undip #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Prestasi Universitas Diponegoro di NASPO dan I2ASPO

Mahasiswa Universitas Diponegoro kembali raih prestasi dalam olimpiade sains nasional yang diadakan oleh IYSA (Indonesian Young Scientific Association), yakni NASPO (National Applied Science Project Olympiad) dan I2ASPO (Indonesia International Applied Science Project Olympiad). Dengan mengangkat tema “Think Creative, Big Impact”, olimpiade ini mengajak para siswa dan mahasiswa di Indonesia untuk menemukan inovasi sebagai solusi permasalahan yang dapat diaplikasikan langsung terlebih pada masa pandemi Covid-19 ini. Terdapat 6 tema kategori yang dilombakan pada NASPO dan 10 tema pada I2ASPO, dan semua tema tersebut berhubungan dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, sehingga diharapkan ide-ide kreatif dari olimpiade ini yang dapat berguna dalam kehidupan masyarakat. Penilaian hasil kinerja peserta berdasarkan empat kategori yaitu Urgency (30%), Visibility (20%), Relevance (30%), dan Presentation (20%).

 


Undip mengirimkan beberapa tim yang beranggotakan para mahasiswa dan dosen pembimbing. Pada Awarding Event yang diselenggarakan pada tanggal 23 Desember 2020, tim dari Undip berhasil meraih segudang prestasi. Pada NASPO, Undip berhasil mendapat medali perunggu dengan tema inovasi “MATERIAL-KU: Pengembangan Bisnis Digital Berbasis Start-Up Barang dan Jasa di Bidang Konstruksi demi Pembangunan yang Lebih Praktis dan Efisien”. Kemudian pada I2ASPO, tim dari Undip meraih juara hampir di seluruh kategori yaitu Gold, Silver, dan Bronze. Tema yang berhasil meraih kejuaraan tersebut antara lain “Tira Spray: Innovation Anti-Termite Spray and Wood Gloss from Perepat Mangrove Fruits (Sonneratia alba Smith)” untuk Gold Medal, “I-FOR: Flow Battery Innovation with High Capacity and Eco-Friendly Materials as a Future Renewable Energy Storage Solution” dan “MBD (Microalgae Bio-Diesel): Tetraselmis sp. Biodiesel Innovation Using Simultaneous Method as Future Renewable Energy Supply” untuk Silver Medal, serta “The Innovation of PPE Mask Brick as a Solution to Dispose Medical Mask Waste” untuk Bronze Medal.

 

Kemenangan yang membanggakan ini tidak terlepas dari kreativitas dan sinergi antara mahasiswa dan dosen Undip. “Kami akan terus mendukung para mahasiswa dalam mengolah kreativitasnya. Ciptakan inovasi dan jadilah subject penentu sebagai agent of change menuju Indonesia yang lebih baik”, tutur Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. selaku Rektor Undip.

#universitasdiponegoro #undip #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Jumat, 25 Desember 2020

Link Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap T.A 2020/2021 Universitas Diponegoro

Pedoman Penyelenggaraan Pembukaan Pembelajaran Semester Genap di Universitas Diponegoro pada Masa Corona Virus Disease (Covid19) tahun akademik 2020/2021, Universitas Diponegoro menyelenggarakan proses kegiatan belajar mengajar dapat diselenggarakan secara dalam jaringan/daring (online), yang telah ditetapkan oleh pemerintah guna untuk meminimalisir resiko serta dampak yang ditimbulkan akibat penularan Covid-19.

 

Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pimpinan Fakultas, dosen, mahasiswa, tenaga pendidikan dan pihak terkait lainnya. Pedoman ini disusun berdasarkan Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021.

 

Pedoman ini merupakan “panduan dinamis” yang senantiasa dapat diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perkembangan kasus Pandemi Covid-19.

Link panduan : https://www.undip.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/Pembelajaran-Semester-Genap-Tahun-Akademik-2020-2021.pdf

#universitasdiponegoro #undip #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber Artikel : web undip

Kamis, 24 Desember 2020

Universitas Diponegoro sebagai PTN-BH Terbaik Kategori LAPOR

Universitas Diponegoro berhasil meraih predikat PTN-BH Terbaik kategori Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik (LAPOR) pada ajang Anugerah Humas Dikti (AHD) 2020 yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud RI pada Rabu malam (23/12). Penghargaan diberikan secara virtual oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi RI Prof.Ir. Nizam, Ph.D.

 

LAPOR! adalah upaya untuk mengintegrasikan sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik dalam satu pintu. Tujuannya supaya masyarakat memiliki satu saluran pengaduan secara nasional. Oleh karenanya, Pemerintah RI membentuk Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia melalui beberapa kanal pengaduan melalui website www.lapor.go.id, SMS 1708 (Telkomsel, Indosat, Tri), Twitter @lapor1708 serta aplikasi mobile (Android dan iOS). Sampai dengan saat ini, SP4N-LAPOR! telah terhubung dengan 34 Kementerian, 96 Lembaga, dan 493 Pemerintah daerah di Indonesia.

Dalam AHD 2020 semalam diumumkan Kategori Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik (LAPOR) yakni PTN-BH Terbaik diraih oleh Universitas Diponegoro, LLDikti Terbaik adalah LLDikti Wilayah V, PTN-Satker Terbaik yaitu Universitas Trunojoyo Madura dan PTN-BLU Terbaik berhasil diraih oleh Universitas Lampung.

Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH.,M.Hum. menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Dikti sebagai PTN-BH Terbaik dalam pengelolaan pengaduan pelayanan publik LAPOR ini. Prof Yos berpesan,”Terus menjaga kolaborasi yang solid dengan semua lini dan unit untuk semakin memudahkan akses ketersediaan informasi dan kecepatan penanganan pengaduan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat”.

#universitasdiponegoro #undip #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Rabu, 23 Desember 2020

Universitas Diponegoro Tetap Adakan Kuliah Daring di Semester Genap TA 2020/2021

SEMARANG – Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof.Budi Setiyono PhD, menegaskan bahwa proses perkuliahan pada semester genap tahun akademik (TA) 2020/2021 yang bakal dimulai bulan Januari 2021 nanti, tetap dilakukan secara daring atau secara online. Kebijakan tersebut diputuskan setelah menimbang masukan dari berbagai pihak. Pilihan secara daring utamanya mempertimbangkan keselamatan mahasiswa dan juga dosen. Penyebaran Covid-19 yang masih belum bisa diprediksi, membuat pilihan itu harus diambil kembali meski kebijakan tersebut sudah dilakukan sejak semester lalu.

 

‘’Dengan berbagai pertimbangan untuk keamanan, maka UNDIP tetap menjalankan perkuliahan secara daring. Sebab, Jateng masih masuk kategori yang diwaspadai Pandemi Covid-19, dimana Jateng masih masuk zona merah sebagian wilayahnya,’’ katanya saat diminta konfirmasinya terkait kegiatan akademik Undip, Sabtu (19/12/2020). Menurut Beliau, penyelenggaraan perkuliahan daring masih seperti semester sebelumnya. Ada pengecualian untuk mahasiswa yang harus praktikum, dan yang menjelang lulus bisa dilakukan secara tatap muka. Namun kegiatan itu pun dilakukan dengan protokol kesehatan dengan pengawasan ketat, di samping ada syarat izin dari orang tua dan dosen pengampu. Syarat lainnya adalah mahasiswa yang berkegiatan secara luring dalam kondisi sehat.

 

Sebenarnya pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah memberi lampu hijau penerapan perkuliahan secara tatap muka. Namun pemberian izin pembelajaran tatap muka harus disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing, sehingga penyelenggara pendidikan termasuk perguruan tinggi harus bijak dalam membuat keputusan.

 

Pemerintah juga sudah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam  Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. SKB tersebut memberikan kewenangan kepada aparatur di daerah karena dinilai sebagai pihak yang  paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya.

 

Sebelumnya, Dekan Fakultas Psikologi Undip mengingatkan bahwa proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun penerapan work from home sebagai implementasi social distancing potensial menyebabkan gangguan psikologis. Terjadinya pandemi Covid-19 yang menuntut terjadinya perubahan perilaku di masyarakat, bisa menyebabkan gangguan psikologis yang serius dan mengancam produktivitas masyarakat. Karena itu, perlu perhatian khusus agar potensi gangguan psikologis bisa diminimalisasi.

 

Menanggapi hal itu, Warek 1 Undip menyatakan lembaga memperhatikan hal itu. Pihak universitas bahkan sudah melakukan antisipasi kualitas yang dihasilkan tetap terjaga meski perkuliahan dilakukan secara daring. Undip sudah menyiapkan studio di Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) untuk mengembangkan model perkuliahan daring dan mendokumentasikan materi perkuliahan agar bisa diakses ulang oleh mahasiswa untuk pendalaman.

 

Berbagai sarana mulai dari website, email, forum komunitas dan sarana teknlogi informasi lainnya dipakai untuk mendukung pembelajaran yang disebut asinkron daring, yaitu metode yang memungkinkan peserta program melakukan pembelajaran selain di waktu yang sudah ditetapkan. Metode ini bertujuan menjaga kualitas pendidikan yang diselenggarakan.

#undip #universitasdiponegoro #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber Artikel : Web Undip

Sabtu, 19 Desember 2020

Infrastruktur Untuk Disabilitas Di Universitas Diponegoro

Sebagai universitas riset dan terbaik di Jawa Tengah dan di Indonesia, Universitas Diponegoro terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang prima untuk masyarakat. Setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan, termasuk juga penyandang disabilitas.

 

Untuk itu, Universitas Diponegoro terus membenahi fasilitas dan infrastruktur untuk pelayanan, termasuk penyandang disabilitas dengan membangun fasilitas berupa jalan khusus untuk difabel atau disabilitas. Juga toilet khusus untuk penyandang difabel.

 

Upaya Undip untuk melengkapi fasilitas termasuk untuk disabilitas adalah untuk meningkatkan pelayanan dan mengurangi kesenjangan. Wakil Rektor Riset dan Inovasi, Prof.Dr.Ir. Ambariyanto, M.Sc. dalam wawancaranya pada Kamis(17/12) menjelaskan bahwa pelayanan publik yang prima mendukung citra Undip sebagai satu dari universitas terbaik di Indonesia. Lebih lanjut Prof. Ambar, sapaan akrab beliau menambahkan, “peningkatan fasilitas dan infrasktuktur khususnya untuk penyandang disabilitas turut mendukung program pembangunan berkelanjutan/ SDGs (Sustainable Development Goals) yakni pada poin tujuan ke-9 yakni membangun infrastuktur yang tangguh, mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan membantu perkembangan inovasi”.

 

Pembangunan dan ketersediaan fasilitas berupa jalur/ jalan dan toilet khusus difabel bukan hanya di kantor pusat/gedung Rektorat, tetapi di semua unit, Fakultas, Sekolah Pascasarjana, Sekolah Vokasi dan kampus PSDKU Undip.

#undip #universitasdiponegoro #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip