Senin, 30 November 2020

Transformasi Pemberdayaan Agent Of Change dalam Pendidikan Indonesia

 
Lokasi : Kalimantan Utara (Perbatasan Indonesia-Malaysia)

Potret Kualitas Pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata sempurna. Hal ini tidak lepas kaitannya dengan Sistem Pendidikan yang diberlakukan hingga Sumber Daya Manusia dalam bidang Pendidikan yang masih minim. Keberadaan sekolah yang diharapkan mampu menunjang pembelajaran yang baik, namun tidak berjalan eksis dan perlu pembenahan dalam banyak segi, hingga keberadaan guru yang diharapkan mampu mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa, namun kebanyakan lupa akan tanggung jawab hingga ingkar akan sumpah tugas. Dimanakah Eksistensi Kualitas dan Integritas? Akankah Pendidikan di Indonesia berubah kearah yang lebih baik?

Terlepas dari segala Keburukan Pendidikan di Indonesia, jika ditelaah lebih pasti; Indonesia masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan dan mengejar ketertinggalan. Keberadaan Guru yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa menjadi kunci utamanya. Di daerah yang jauh dari keramaian dan kemajuan justru menangkal keterbatasan dengan hati nurani. Terlihat dari Potensi anak dan guru di daerah. Tidak sedikit guru dan siswa di daerah tumbuh dengan pemikiran kritis, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran.

Lokasi : Desa Binter, Kalimantan Utara

Pengalaman saya saat menjadi Pengajar Jelajah Nusa di Daerah 3T membuka mata hati saya akan Pendidikan. Kualitas harus diimbangi Kuantitas. Kurangnya tenaga pengajar dan buku bacaan lantas jelas penyebab ketertinggalan pendidikan di daerah 3T. Disaat seperti inilah masih ada orang-orang baik yang rela berbagi ilmu dan pengetahuan dengan ikhlas. Tahun 2018 menjadi pengalaman yang buat saya speechless, dan merasakan betul bahwa gotong royong sangat penting dilakukan untuk sebuah perubahan. Tidak hanya guru, namun bidan turut andil dalam mencerdaskan masyarakat di Desa Binter, Kalimantan Utara. Mungkin ini hanya sebagian kecil cerita dari pengalaman saya, dan masih banyak lagi cerita menarik orang-orang yang telah merasa keterbatasan di pelosok negeri ini.

"Anak-anak Indonesia dimanapun kalian berada. Kalian boleh saja lahir di Pelosok, di desa terpencil di pesisir, ditengah pulau, ataupun di hutan; orang tua kalian boleh saja petani, pedagang, nelayan, buruh, ataupun pekerja serabutan; tapi ingat, mimpi dan cita-cita kalian harus tetap tinggi, setinggi bintang di angkasa. Dengan berani bermimpi maka sejatinya kalian adalah pemenang kehidupan."

Ungkapan ini sebagai ajakan bagi anak-anak di seluruh tanah air, tanpa terkecuali saya. Ketika anak-anak Pelosok berani bermimpi sebagai pemimpin di masa depan;tentara, dokter, guru, polisi, menteri, hingga presiden. Saatnya Peran Generasi Muda ditantang untuk berani menjadi pemimpin di masa depan.

Untuk mencapai kualitas Pendidikan yang baik, dibutuhkan Pemimpin yang baik pula. Pemimpin? siapa yang tidak tertarik mendengar kata pemimpin, jabatan ini menjadi kesempatan besar untuk dihormati dan dihargai oleh banyak orang, namun kebanyakan itu berjuang untuk melakukan yang terbaik pada kemanusiaan. Ketika saya menjadi Pemimpin, saya akan mendahulukan kemanusiaan dan penghargaan pada kehidupan dalam bidang Pendidikan, karena Pendidikan cara terbaik menemukan jati diri dan karakter generasi muda Indonesia.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani mengambil resiko, melakukan perubahan. Keberanian ini nantinya akan menghasilkan berbagai Inovasi-inovasi terbaru dalam memberdayakan agent of change dunia Pendidikan.  Inovasi yang akan saya lakukan untuk Pendidikan Indonesia harus berlandaskan pertanyaan “Apakah inovasi ini akan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia?”. Untuk itu, saya akan mewujudkannya dengan :

  • Meningkatkan Desaign Element Guru

Desaign Element Guru menjadi Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru di Indonesia. Desaign Element ini akan menjadi standarisasi dan menantang guru untuk mampu menciptakan inovasi dalam pembelajaran. Inovasi ini penting untuk meningkatkan rasa kepemilikan antar guru dan siswa dan lebih mencintai mata pelajaran. Karena partisipasi adalah penting, jadi guru bukan sekadar sharing ilmu saja. Untuk mencapai Desaign Element Guru, Sistem reqruitment guru  harus lebih intensif. Seorang guru haruslah memiliki Leadership Quality. Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan profesi guru hanya dimiliki oleh mereka yang betul-betul memiliki kriteria sesuai Desaign Element Guru.

  •  Meningkatkan Literasi Siswa melalui Kolaborasi

Keterbatasan sistem pendidikan di Indonesia salah satunya adalah Penguatan Literasi di sekolah. Hal ini disebabkan minimnya akses dan motivasi dalam meningkatkan Literasi. Sehingga berdampak pada pengetahuan dan kualitas siswa dan guru, dan  keterlambatan setiap sekolah dalam meraih prestasi pun melakukan inovasi. saatnya Pemerintah dan Pihak Swasta Bekerja sama dalam memberi bantuan kepada stiap sekolah untuk pengembangan dan peningkatan Literasi.

Saat ini Literasi harus digalakkan guna menciptakan generasi muda yang mampu bersaing di kancah global. Ada kejanggalan tersendiri di Indonesia yang membuat literasi menjadi hal yang tidak menyenangkan;kurangnya fasilitas pendukung dan kesadaran guru dan siswa. Jika ditelaah secara detail, tidak sedikit sekolah yang mendiamkan buku di perpustakaan hanya karena takut apabila buku dirusak atau dihilangkan oleh siswa, pun tidak sedikit guru yang lupa akan tanggung jawab sebagai seorang influencer minat literasi kepada siswa. Karena program literasi digalakkan, namun banyak guru tidak turut menjadi role model bagi para siswa. disinilah penting dibangun Ownership setiap siswa untuk memperdalam Literasi guna meningkatkan Potensi diri.

Literasi penting karena hal ini akan membantu para siswa menspesifikkan akan ketertarikan mereka pada bidang tertentu. Untuk mencapai pembejaran kualitas yang baik, semua orang harus belajar di space dan level masing-masing, dan semua orang harus diberi kemampuan untuk menentukan spesialisasinya, dan ini didapat dari proses Literasi.

  • Sistem dan Tuntutan Kurikulum yang Fleksibilitas

Dewasa ini kebebasan Kepala Sekolah dan Guru dalam menciptakan Inovasi masih dibatasi oleh sistem Pendidikan yang terkesan tidak fleksibel. Disinilah baik Pengawas, Kepala Sekolah, Guru hingga siswa diberi ruang kebebasan. Ruang kebebasan yang dimaksudkan adalah memberi ruang untuk bergerak tapi harus didikukung Sumber Daya Manusia, Penganggaran dan Regulasi yang tepat. Perlu juga pengadaan pemangkasan regulasi yang memperlambat kinerja dan mempersulit satu sama lain;baik masyarakat, guru, kepala sekolah dan pemerintah. 

Kebebasan ini nantinya akan menumbuhkan kreativitas siswa, guru, dan kepala sekolah untuk menciptakan Inovasi-inovasi Pendidikan dan menjadi kesempatan dalam mengembangkan ruang kekeluargaan bagi siswa, guru dan orang tua. Karena tidak sedikit Instusi Pendidikan hanya mengajarkan materi pelajaran saja kepada para siswa, namun tidak merangkul mereka untuk saling mengenal dan saling memiliki.

  • Gerakan Pertukaran Ide Guru dalam Inovasi Kualitas Pembelajaran

Guru sebagai Spotglight dalam mewujudkan kualitas Pendidikan Indonesia menjadi lebih baik lagi harus diberi ruang untuk bertukar pikiran antar guru. Gerakan Pertukaran Ide Guru tidak hanya ajang di tingkat sekolah saja, namun tingkat nasional. Guru-guru harus dibangun, harus saling mengenal dan memahami guru-guru lain, sehingga pengetahuan guru akan inovasi kualitas pembelajaran yang baik bisa bertambah dengan adanya pertukaran ide dan transparasi.

Perbedaan karakter dan pendapat patut digunakan untuk mengambangkan Growth Mindset bagi kalangan guru, sehingga seorang guru tidak hanya bertahan pada cara dan jalan yang dilakukan dalam pembelajaran, namun memiliki kesempatan untuk mengubah cara tersebut ke arah yang dirasa lebih baik dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan.

  • Pengadaan Mentorship, resourch, kompetensi, dan regulatory frame work bagi Guru

Pengadaan Mentorship, resourch, peningkatan kompetensi melalui media digitalisasi, hingga regulatory frame work bertujuan guna menciptakan ekosistem pendidikan yang baik, sehingga mencapai eksistensi kualitas pendidikan yang baik. Keseluruhan hal tersebut akan menjadi tujuan pengembangan yang dilakukan untuk guru.

Mentorshipresourch, peningkatan kompetensi melalui media digitalisasi, hingga regulatory frame work dimaksudkan untuk menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar para siswa. disinilah peran guru ditantang untuk keluar dari zona aman; tak sekadar mengajar materi pelajaran namun mampu membidik siswa untuk Mencintai proses pembelajaran, memiliki ownership (kemandirian) dalam proses pembelajaran, dan pemantapan Development critical thinking, team work dan problem solving skilss para siswa di seluruh nusantara. 

Pendidikan adalah kunci untuk mencapai kesetaraan, mengentaskan keterbatasan dan menciptakan peradaban bagi manusia. Kualitas Pendidikan yang baik menjadi komponen dalam perkembangan hidup manusia, dan saatnya Indonesia meninggalkan keterpurukan dan bangkit membekali para insan muda untuk mensejahterahkan Indonesia di masa depan.

Dan begitulah sejatinya membangun. Membangun manusia sama dengan membangun peradaban. Jika dilakukan sendiri dirasa berat, maka berkolaborasilah!

Menjadi Pemimpin bukan sekadar seberapa cemerlang ide yang kita buat, bukan seberapa jauh pencapaian yang didapat, namun seberapa rapat kolaborasi yang dijalin dengan banyak orang, sehingga satu sama lain saling bekerja sama, saling memiliki, dan berusaha melakukan yang terbaik untuk kehidupan.


Demikian halnya menjadi Pemimpin untuk Pendidikan Indonesia, inovasi yang dirancang akan berjalan baik apabila dijalankan dengan kolaborasi yang baik. Dibutuhkan keterlibatan siswa, orang tua, komite sekolah, kepala sekolah, guru, pengawas hingga Pemerintah (daerah dan pusat) untuk mencemerlangkan kualitas Pendidikan di tanah air, dari Sabang sampai Merauke, tanpa mengenal pembatas antara desa dan kota, keterbatasan-ketertinggalan akan menjadi tanggung jawab bersama menuju kemajuan dan kemakmuran. Dengan Pendidikan yang baik, kita bangun Indonesia!







Minggu, 29 November 2020

UNDIP Keluar Sebagai Peringkat Pertama World Class Professor (WCP) 2020

 

Universitas Diponegoro berhasil meraih peringkat pertama pada kompetisi program hibah World Class Professor (WCP) tahun 2020, yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI). World Class Professor (WCP) adalah program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengundang para professor kelas dunia dari berbagai Perguruan Tinggi ternama di luar negeri sebagai visiting professor untuk ditempatkan di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia. Program ini dimaksudkan agar dosen/peneliti bisa berinteraksi dengan professor ternama dan unggul sehingga bisa meningkatkan kehidupan akademis, kompetensi, kualitas dan kontribusinya bagi pengembangan IPTEK dan penguatan sistem Inovasi Nasional dalam upaya pemanfaatan seoptimal mungkin keragaman dan kekayaan sumber daya alam Indonesia bagi kesejahteraan sebesar-besarnya rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi Negara Kesatuan RI.

 

Program World class professor (WCP) dibagi menjadi dua, yaitu skema A dan skema B, namun akibat pandemi COVID-19, hanya skema B yang ditawarkan oleh DIKTI dan pelaksanaannya melalui daring (online). Dari lebih 60 pelamar, hanya 34 pelamar yang dinyatakan lolos sampai tahap akhir dan Undip menempatkan 5 orang dosennya sebagai penerima program WCP skema B tahun 2020. Ini merupakan jumlah terbanyak dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti program tersebut.

 

Pada kompetisi ini, UNDIP mengikutkan 5 dosen pelaksana kegiatan World Class Professor (WCP) Skema B. Yang berhasil lolos dalam kompetisi ini, yakni :

1. Prof. Ir. Retno Murwani, M.Sc., M.App.Sc., Ph.D., (FPP/Lab Terpadu) dengan mitra WCP Prof. Anthony J. Sinskey (Massachusetts Institute of Technology, USA)

2. Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, S.T., M.Si., (FPIK/Lab Terpadu) dengan mitra WCP Prof. Dr. Andrivo Rusidy (National University of Singapore)

3. Ahmad Ni’matullah Al-Baarri, S.Pt., M.P., Ph.D., (FPP) dengan mitra WCP Prof. Shigeru Hayakawa (Kagawa University, Japan)

4. Dr. Muhammad Helmi, S.Si., M.Si. (FPIK/PUI CoREM) dengan mitra WCP Prof. Sucharita Gopal (Boston University, USA)

5. Dr.Sc. Anindya Wirasatriya, S.T., M.Si., M.Sc. (FPIK/Dept Oseanografi) dengan mitra WCP R. Dwi Susanto, PhD, (University of Maryland, USA)

 

Prestasi tersebut diumumkan oleh Dikti pada tanggal 10 Agustus 2020. Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH., M.Hum., menyampaikan rasa syukur untuk prestasi yang diraih. “Prestasi yang diraih ini makin memantapkan reputasi para peneliti/dosen Undip di kancah internasional  untuk bermitra dengan peneliti/dosen dari luar negeri dari universitas terbaik di dunia”,  ungkap beliau. Wakil Rektor Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, MSc., yang menjadi penanggungjawab kegiatan yang mewakili Universitas Diponegoro menyatakan bahwa program ini membuka peluang kerjasama baik dalam hal akademik (visiting lecture), penelitian (joint research) maupun publikasi (joint publication) antar para peneliti/dosen Undip dengan peneliti/professor luar negeri yang mempunyai reputasi sangat baik di level global.

#universitasdiponegoro #undip #undipjaya #undipexcellent #semarang #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Jumat, 27 November 2020

UNDIP : Menuju World Class University

 

Departemen Hubungan Internasional Universitas Diponegoro menyelenggarakan International Webinar 2020 yang memiliki tema “Russia’s Position In The Global Stage And Prospect Of Relations With Indonesia”, dalam rangka menuju World Class University, pada hari Senin, 23 November 2020. Tema ini diambil juga dalam rangka memperingati hubungan diplomatik Indonesia-Rusia yang ke-70. Acara ini menghadirkan Pembicara Tamu yaitu: HE Lyudmila Georgievna Vorobieva (Duta Besar Rusia untuk Indonesia) dan Vitaly Aleksandrovich Glinkin (Direktur Pusat Kebudayaan Rusia), sedangkan sebagai Penanggap yaitu Marten Hanura, MPS (Sekretaris Program Studi Hubungan Internasional). Dalam acara juga menampilkan perform budaya oleh Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) berkolaborasi dengan mahasiswa Rusia dengan menyanyikan lagu ‘Rayuan Pulau Kelapa’ yang juga dialihbahasakan dalam Bahasa Rusia yang berjudul ‘Ostrova Palm’ dan pembacaan puisi Rusia.

 

Perwakilan dari Rektor Universitas Diponegoro oleh Prof. Budi Setiyono, Ph.D membuka acara ini menyampaikan bahwa Rusia sebagai salah satu negara besar di dunia bisa berkolaborasi dengan Indonesia yang merupakan negara rising power di Asia. Terutama dengan Undip sebagai salah satu Universitas besar di Indonesia untuk bisa mengembangkan kerjasama dalam bidang pengajaran, penelitian dan pertukaran pelajar.

 

sumber foto : web undip 

Marten Hanura, MPS  (sekretaris program studi hubungan Internasional) menyampaikan bahwa Rusia merupakan salah satu negara yang memiliki peran banyak dalam global stage baik dalam organisasi internasional seperti di PBB, WTO, APEC, G8 maupun organisasi regional dan juga kontribusi dalam menangani Covid 19. Marten menanyakan kepada pembicara tamu apakah Rusia ingin mengembalikan dominasi sebagai super power seperti sebelum tahun 1990 dan apa arti penting Indonesia bagi Rusia.

 

HE Lyudmila Georgievna Vorobieva (Duta Besar Rusia untuk Indonesia) Rusia menyampaikan dalam kebijakan politik luar negeri tidak mengejar sebagai super power karena konsep tersebut menjadikan negara dominan di seluruh dunia, tapi Rusia dalam kebijakan luar negeri mendukung Multilateralism bahwa negara yang besar dan kecil memiliki posisi equal dan mereka berhak dihormati kepentingan nasionalnya. Rusia juga mengembangkan inclusive security bahwa keamanan suatu negara tidak ditentukan oleh negara lain. Sedangkan Indonesia sangat penting bagi Rusia sebagai key partner tidak hanya di Asia Tenggara tapi juga di Asia Pasifik karena Indonesia memiliki pengaruh yang cukup besar di kawasan tersebut.

 

Vitaly Aleksandrovich Glinkin (Direktur Pusat Kebudayaan Rusia) menyampaikan bahwa Pusat Kebudayaan Rusia sebagai salah satu institusi Rusia di Indonesia mengemban misi untuk kerjasama dalam bidang kemanusian, penelitian, pendidikan dan kebudayaan dengan pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk saling lebih memahami kedua negara agar bisa meningkatkan kerjasama lebih banyak lagi dalam berbagai bidang.

#universitasdiponegoro #undip #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Rabu, 25 November 2020

Istighotsah dan Doa untuk Indonesia menjadi Penutupan Dies Natalis ke-63 UNDIP

 

SEMARANG –Rangkaian acara Dies Natalis ke-63 Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang berlangsung pada Minggu (23/11/2020). Dalam acara ini  digelar khotmil Quran, pengajian, istighotsah dan doa untuk keselamatan bangsa. Acara yang digelar secara secara daring dengan menghadirkan pembicara KH Yahya Al Mutamakkin, Khodimul Mahad Madinah Munawwarah. Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum, mahasiswa penghafal Alquran dan masyarakat, para dosen, serta wakil rektor dan civitas akademica UNDIP.

 

Acara dibuka Wakil Ketua Dies Natalis ke-63 Undip, Dr Budiyono yang merupakan Dekan FKM Undip. ‘’Semoga istighotsah dan doa bersama ini, bisa untuk keselamatan dan  mendapatkan berkah dan diridoi Allah dan bermanfaat bagi civitas akademica dan bangsa Indonesia,’’ Jelas Beliau. Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNDIP Prof. Dr. Yos Johan Utama S.H., MHum. mengatakan dipilihnya judul istigotsah untuk keselamatan bangsa, diharapkan bisa menjadi doa untuk keselamatan seluruh umat. ‘’Mari kita ucapkan syukur atas perlindungan dan nikmat dari Allah SWT. Di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, kita tidak bisa diam. Kita mempunyai kewajiban untuk menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia. Menyelematkan bisa dalam bentuk fisik dan non fisik.”ujar beliau. Prof. Yos Johan juga menambahkan bahwa Istighotsah dapat melindungi bangsa dari perpecahan. Melihat keadaan negara lain, seperti Timur Tengah yang dulunya aman, kemudian dirongrong dari sejumlah hal, seperti dari yang bersumber agama. “Maka kita harus bisa dan pandai memilih dan memilah melihat situasi sekarang ini,’’ tegas beliau

 

Menurut Rektor, digelarnya acara istighotsah tujuannya untuk keselamatan bangsa dan negara ‘’Yakni agar Allah meridoi kita, baik skala besar dan kecil dalam rangka menyelamatkan dari bangsa ini. Juga terbebas dari Covid-19.’’Rektor menyatir adanya dinamika politik yang merugikan bangsa kita. ‘’Kita harus bisa memilah yang baik dan benar. Khususnya  untuk UNDIP, istighotsah  agar UNDIP selalu dapat ridho Allah, dilancarkan kebaikan,’’ jelas beliau

 

Sementara itu KH Yahya Al Mutamakkin juga bercerita tentang  perjalanan Pangeran Diponegoro yang juga belajar agama pada sejumlah guru. ‘’Maka penting bagi mahasiswa atau dosen walaupun sibuk, tetap harus mempelajari agama untuk benteng berperilaku. Ini penting, sebab orang kalau sudah  cinta dunia, awal dari kesalahan. Jika tendensinya dunia, maka tinggal menunggu kesalahan-kesalahan dunia. Akan jadi komunitas saling bertengkar dan bisa sampai membunuh gara-gara dunia,’’ kata Kyai Haji Yahya. Beliau menambahkan, dunia hanya sedikit dan sebentar. Jika di dunia banyak menghalalkan segala cara, tidak ada gunanya. Padahal, kita tidak sadar bisa saja, besok pagi dijemput malaikat maut. Oleh karena itu, dia mengingatkan kita semua untuk terus berhati-hati.

 

KH Yahya Al Mutamakkin  berpesan agar Jadikan bekerja semata-mata pengabdian, murni untuk Allah SWT kepada para dosen, mahasiswa dan ilmuwan. Haruslah  disadari bahwa hakekatnya ibadah untuk bekal akhirat. Alah senang yang suci dan bersih, Dia tidak menerima amal yang tidak bersih. Karena itu, jangan bekerja untuk popularitas dan jabatan.

#universitasdiponegoro #undip #undipjaya #undipexcellent #diesnataliske63undip #semarang #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Pelantikan Pejabat di Lingkungan UNDIP

 

sumber foto : web undip 

Universitas Diponegoro kembali meyelenggarakan pelantikan pejabat pada pagi hari ini (24/11). Bertempat di Hall Gedung SAMWA Undip, terdapat enam orang pejabat yang dilantik secara langsung oleh Rektor Undip. Upacara pelantikan dihadiri oleh para Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Senat Akademik, Wakil Ketua MWA, serta para pejabat di lingkungan Universitas Diponegoro. Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan keputusan pelantikan pejabat.

Adapun pejabat yang dilantik adalah Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan dan tiga orang menduduki jabatan Ketua Program Studi yaitu Edy Surahmad, S.Pd., M.Si. (Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan); Dr. Suryono, S.Si., M.Si. (Ketua Program Studi Doktor (S3) Sistem Informasi); Dr. Budi Warsito, S.Si., M.Si. (Ketua Program Studi Magister (S2) Sistem Informasi); Dr. Andriyani, S.E., M.M. (Ketua Program Studi D3 Manajemen PSDKU). Dilanjutkan dengan Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional Fisioterapi dan Fungsional Pustakawan, dengan melantik Idiawati Nurlim, S.Ft. (Fisioterapi Ahli Pertama) dan Bekti Iskandar, S.Hum. (Pustakawan Ahli Pertama).

Pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Rektor Undip Prof.Dr.Yos Johan Utama,SH.,M.Hum. dengan didampingi oleh rohaniawan. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan surat serah terima jabatan, dilanjut dengan pelantikan jabatan oleh Rektor Undip. Dalam sambutannya, Rektor Undip, Prof. Yos menegaskan bahwa pejabat struktural dan fungsional memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama. Semua yang bekerja di Undip berperan dalam membantu mahasiswa dan memajukan Undip, sehingga memiliki tanggung jawab yang sama untuk melaksanakan tugas sesuai yang telah disumpah. Dibalik pelantikan ini ada banyak tanggung jawab yang diemban, terutama tanggungjawab terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia, dengan upaya mengamalkan Pancasila dan membangun NKRI. “Undip melakukan tindakan yang tegas pada pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan tugas. Tunjukkan prestasi dalam mengemban tugas mulia. Selamat atas jabatan barunya, semoga menjadi barokah. Jangan sampai menjadikan masalah, dengan bertambahnya jabatan semoga menjadi semakin baik”, pungkas beliau.

#undip #universitasdiponegoro #semarang #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip

Senin, 23 November 2020

Kejuaraan MOC 2020 Didominasi oleh UNDIP

 

Universitas Diponegoro berhasil menyabet juara umum pada ajang Medical Online Championship (MOC) 2020 yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerjasama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), dan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI). Ajang ini perdana dilaksanakan pada tahun ini, dan Tim Undip berhasil lolos final di 5 cabang dari 6 cabang yang dilombakan, sehingga akhirnya meraih 3 medali emas dan 2 medali perak.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Puspresnas Kemendikbud Asep Sukmayadi saat menutup resmi gelaran MOC secara virtual Sabtu (21/11/2020) menyampaikan apresiasi dan selamat atas keberhasilan Undip menjadi juara umum.

Adapun daftar kejuaraan yang diraih oleh Tim UNDIP adalah :

~ Juara I Bidang Neuropsychiatry : oleh Iskandar Hermanto dan Maulidina Amalia Putri

~ Juara II Bidang Cardiorespiratory : oleh Muhammad Mufaiduddin dan  Vito Etenio Ade Laryan

~ Juara II Bidang Digestive : oleh Dominikus Evano Putra dan Bernadetha Kusuma Kris Firmantya Tei Saran

~ Juara I Bidang Genitourinary : oleh : Josephine Fiona Sucahyo dan Vania Verina Himawan

~ Juara I bidang Musculoskeletal : oleh Damianus Galih Panunggal dan Harold Jefferson Matthew Charlex

 


Sumber artikel : web undip

#undip #universitasdiponegoro #semarang #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity


Prestasi Tim Sekolah Vokasi UNDIP dalam Oimpiade Vokasi Indonesia 2020

 

SEMARANG – Tim mahasiswa pendidikan Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil mampu berkibar dan meraih prestasi gemilang di ajang Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) 2020 yang diselenggarakan di Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Dalam Olimpiade Vokasi Indonesia 2020 (OLIVIA 2020), ada empat kategori lomba, yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Saintek, LKTI Sosial, Video Edukasi, Design Website. Model kompetisi dalam OLIVIA 2020 merupakan ajang kreasi yang sekaligus juga mengasah kemampuan mahasiswa membangun jaringan dan melakukan kolaborasi dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya. Model tersebut diprediksi akan banyak mendorong lahirnya kreasi yang lebih berdaya guna. Tim mahasiswa  UNDIP berhasil meraih empat pengahargaan, yaitu sebagai Juara 2 dan Juara 3 LKTI Kategori Saintek, Juara  3 LKTI Kategori Sosial dan Sertifikat penghargaan untuk kompetisi Video Edukasi.

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof Dr Ir Budiyono MS, memberikan apresiasi atas apa yang diraih para mahasiswa program vokasi Undip di ajang OLIVIA 2020.  Dia mengungkapkan prinsip lembaga selalu mendorong agar mahasiwa terus berprestasi. Mahasiswa didorong untuk menjadi yang pertama. ” Sesuai dengan slogan kami, Saatnya Vokasi Juara,” ujar Beliau.

Beliau menambahkan bahwa Apresiasi diberikan bukan hanya tentang Penghargaan yang diraih, namun apresiasi diberikan karena dalam berkreasi para mahasiswa juga membangun sinergi dengan mahasiswa dari kampus lain. Artinya, bukan hanya kreasinya yang unggul, tapi ada poin lain yang harus diapresiasi yaitu faktor kepemimpinan dan kolaborasi.

Dalam LKTI Kategori Saintek, mahasiswa Undip sebagai Juara 2 melalui karyanya bertema “Aplikasi Berbasis IOT untuk Mencegah dan Mengendalikan Kerumunan Masyarakat Pada Era New Normal”. Dalam karya ini mahasiswa Undip berkolaborasi dengan mahasiswa UGM.  Sedangkan untuk karya berjudul Fable (face Shield Biodegradable) Aplikasi Teknologi Virtual Reality Upgrading Development New Era yang meraih Juarai 3 LKTI Saintek, mahasiswa Undip personel Politeknik Negeri Semarang.

Karya mahasiswa Undip yang meraih Juara 3 Kategori LKTI Sosial bertema Solusi Distribusi Logistik Kemanusiaan Pasca Bencana dalam Era New Normal di Jakarta. Undip menggandeng Poltekkes Kemenkes. Adapun penghargaan sertifikat untuk karya Video Edukasi Pencegahan Covid-19 Bagi Penyandang Disabilitas, merupakan kolaborasi antara Undip dan Institut Pertanian Bogor.

OLIVIA merupakan agenda tahunan dari Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI). Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai media pengembangan keilmuan, menciptakan budaya sebagai problem solver, menciptakan generasi muda yangg kritis dan tetap produktif.

Kegiatan itu juga dimaksudkan untuk menjalin kerjasama yang berkesinambungan, khususnya pendidikan vokasi di Indonesia. Karena itu tempat pelaksanaannya berpindah-pindah, semua berkesempatan menjadi tuan rumah. Untuk tahun 2020 ini terpilih sebagai tuan rumah adalah Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Sumber artikel : web undip

#universitasdiponegoro #semarang #undip #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sosialisasi Netralis ASN di UNDIP

 

Universitas Diponegoro bekerjasama dengan Komisi Aparatur Sipil Negara dan IAPA (Indonesian Asscociation for Public Administration) atau yang disebut sebagai Asosiasi Ilmu Administrasi Negara/Publik Indonesia menggelar Sosialisasi Netralitas ASN yang dikemas secara webinar dengan tema “Membangun Meritokrasi dan Demokrasi Indonesia”.

Acara ini bertempat di Auditorium Fisip Undip, Jum’at ( 20/11). Hadir dalam acara tersebut Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama, Dekan Fisip Dr. Hadi Wasono, dan lebih dari 300 partisipan dari kalangan pemprov, pemkot, dan pemda di Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Rektor Undip Prof. Dr.Yos Johan Utama,SH.,M.Hum. mengatakan bahwa pola-pola kampanye pada tahun ini akan jauh berbeda dikarenakan pandemi covid-19. ASN dituntut berkomitmen pada negara dengan adanya undang-undang dan peraturan yang telah memayungi ASN saat ini berkaitan dengan netralitas dalam berpolitik. Beliau mengungkapkan bahwa meritokrasi yang kuat, akuntabel, dan obyektif merupakan kunci untuk mencegah keterlibatan ASN bergerak dalam politik. “Netralitas tidak hanya dalam masa kampanye saja, tetapi sikap netralitas ASN harus sejak awal ditanamkan saat baru dilantik agar tidak ada indikasi keikutsertaan dalam berkampanye” jelas beliau.

Drs. Muh Aziz Muslim,M.Si. dari DPP IAPA mengatakan bahwa seminar ini diadakan beberapa kali di berbagai daerah yang kerjasama antara Komisi Aparatur Sipil Negara dan IAPA sebagai wujud netralitas ASN. Netralitas seorang ASN perlu dikawal tidak hanya dalam pilkada. Komitmen netralitas ASN harus menjadi pemahaman semua pihak dari ranah politik. Beliau berharap agar ASN dapat menjadi pegawai yang amanah bagi nusa dan bangsa.

Dalam sambutan Gubernur Jateng yang diwakili Plh. Sekda Jateng, Ir. Dyah Lukisari M.Si menyampaikan bahwa pilkada yang berkualitas merupakan modal dari kehidupan demokrasi yang baik dalam kehidupan bernusa dan bernegara dengan netralitas dari ASN. ASN dianggap sebagai sorotan yang harus netral karena dengan jumlah yang besar dapat menjadi pendukung dari salah satu petahana politik. Beliau mengungkapkan bahwa ASN saat ini telah dipayungi oleh regulasi-regulasi yang baik untuk mengikatkan diri pada kode etik ASN untuk loyal mengabdi kepada masyarakat dan pemerintah tanpa harus melihat referensi politik pada dirinya.

Sumber artikel : web undip

#undip #universitasdiponegoro #semarang #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Rabu, 18 November 2020

Studi Administrasi Perkantoran UNDIP adakan Kuliah Umum tentang Kehumasan secara Virtual

 

sumber : web undip

Program Studi Administrasi Perkantoran, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro menyelenggarakan Webinar Kuliah Umum, dengan tema “Pengembangan Profesionalisme Humas di Era Revolusi Industri 4.0 dan Implementasinya di Sektor Publik dan Privat.” Kegiatan ini dimoderatori oleh Suwandi, dosen Administrasi Perkantoran, Sekolah Vokasi, Undip. Kegiatan ini dilangsungkan pada Rabu 18 November 2020 dari pukul 08.30 s/d 12.30 WIB, dan diikuti sekitar 140 peserta, terdiri dari mahasiswa dan dosen di lingkungan Undip.

Pembicara dalam Webinar adalah Eddy Cahyono Sugiarto (Asisten Deputy Hubungan Masyarakat Kemensekneg RI), menyampaikan materinya terkait “Transformasi Kehumasan di Lembaga Kepresidenan RI Terus Berinovasi Menuju Smart Government Institution Guna Mendukung Suksesnya Kerja Presiden dan Wakil Presiden RI”. Eddy menyampaikan bahwa peran humas kepresidenan ialah mendukung tugas-tugas kepresidenan dalam menginformasikan kegiatan pemerintah. Tantangan humas pemerintah dalam era perkembangan teknologi informasi ini sangat menarik, mulai dari penguatan media sosial, sampai dengan pengembangan konten kreatif agar terdiseminasi dengan baik ke masyarakat dalam rangka menguatkan kepercayaan (trust) ke pemerintah.

Lebih lanjut Joy Citradewi (Head of Corporate Communication PT Sri Rejeki Isman Tbk /Sritex) sebagai pembicara menyampaikan materinya yang disesuaikan pengalaman kerjanya sebagai public relations di Sritex, terkait “Public Relations 4.0”. Joy menyebutkan bahwa humas memiliki kedekatan dengan perkembangan teknologi. Dewasa ini peran humas terlihat semakin penting, untuk meng-counter pemberitaan-pemberitaan, termasuk berita bohong atau hoaks. Joy mengatakan peran humas ibarat mata dan telinga perusahaan.

Agus Purwanto, selaku Wakil Dekan II Sekolah Vokasi Undip, berharap kegiatan webinar yang dilakukan melaplikasi zoom could meetings ini mampu menguatkan link and match antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Hal ini penting, mengingat lulusan program studi ini perlu dibekali keilmuan praktis agar lulusannya dapat menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan yang siap kerja, khususnya di sektor perkantoran dan kehumasan.

Sumber artikel : web undip

#undip #universitasdiponegoro #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

 


Selasa, 17 November 2020

Cegah Radikalisme berbasis Agama di UNDIP

UNDIP Sebagai PTNBH di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai nasionalisme, telah melakukan Program Penguatan Ideologi Kebangsaan bagi seluruh civitas academica. Program terbarunya yaitu “Kuliah Umum: Mencegah Radikalisme Berbasis Agama di Kalangan Mahasiswa Universitas Diponegoro” yang diadakan pada 17 November 2020 secara live melalui aplikasi Zoom dan Youtube.

Pada acara yang diselenggarakan oleh TIMARU (Tim Anti Radikalisme Undip) ini hadir sebagai pemateri yaitu Gus Taj Yasin Maimoen yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah, dan Ir. Sutopo M.Sc., Ph.D. yang merupakan pengajar Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip. Adapun moderator acara ini adalah Dr. Ir. Munasik, M.Sc., dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip. Acara dibuka dengan sambutan Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. Beliau menyampaikan bahwa rasa persatuan dan kesatuan harus ditanamkan dalam diri setiap manusia sejak dini. Indonesia yang merupakan negara multikultural memiliki banyak agama, dan agama seharusnya memunculkan sikap saling hormat, saling sayang, bukan saling membenci. “Toleransi itu penting. Kita menolak paham radikalisme yang membawa jargon agama, yang dapat menimbulkan perselisihan umat agama satu dengan umat agama lainnya. Kita semua adalah satu, bangsa Indonesia”, ucap prof. Yos dalam sambutannya.

Wakil Gubernur Jateng, Gus Yasin, mengungkapkan bahwa di masa sekarang terdapat para penyampai ilmu agama yang menyampaikan ajaran yang berbeda dengan ajaran agama aslinya. “Agama itu benar, fanatisme-nya yang perlu dihindarkan”, ungkap Gus Yasin. Dilihat dari perspektif agama, bibit radikalisme dapat muncul ketika muncul rasa fanatis terhadap satu golongan atau mazhab. Beliau menjelaskan bahwa munculnya bibit radikalisme harus dicegah, sebagai warga negara Indonesia kita harus patuh terhadap pemerintahan yang nasionalisme. Keagamaan yang kuat dapat menjadi dasar namun toleransi dapat berjalan seirama. “Bhinneka Tunggal Ika menyatukan perbedaan di Indonesia, Allah menciptakan banyak manusia yang berbeda-beda, namun perbedaan itu adalah rahmat”, jelas beliau.

Materi selanjutnya yang disampaikan oleh Ir. Sutopo mengangkat tema “Upaya Mencegah Radikalisme di Lingkungan Kampus Perguruan Tinggi”. beliau memaparkan bahwa mahasiswa merupakan sasaran yang rawan terkena paham radikalisme, karena penyebaran ideologi membutuhkan orang-orang pintar dan mahasiswa sedang mencari identitas sehingga memiliki keinginan untuk menjadi besar. Ciri radikalisme yang harus dimusuhi adalah aksi yang merasa paling benar dan dapat merugikan orang lain, contohnya jihad bom bunuh diri.

Dibentuknya TIMARU sangat membantu para mahasiswa agar tidak terjebak mentoring yang menyesatkan dan merugikan. Undip tidak mendukung mahasiswa, tenaga pengajar, atau alumni yang berafiliasi dengan radikalisme. Dengan Program Penguatan Ideologi berupa kuliah umum yang diikuti oleh civitas academica dan mahasiswa Undip, diharapkan dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan NKRI.

Sumber artikel : web undip

#undip #universitasdiponegoro #semarang  #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Bakti Sosial DWP UNDIP Bagi Mahasiswa Lokal dan Asing di Rusunawa

sumber : web undip 

Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNDIP melaksanakan kegiatan bakti sosial untuk mahasiswa yang terdampak pandemi covid 19. Bakti sosial berupa bantuan yang diberikan untuk mahasiswa yang tinggal di rusunawa UNDIP dan belum dapat kembali ke tempat asal atau negara asal dikarenakan pandemi. Mengingat yang tinggal di rusunawa tidak hanya mahasiswa lokal, tetapi terdapat juga mahasiswa asing yang juga tinggal di rusunawa. Pemberian bantuan sembako untuk mahasiswa di rusunawa dilaksanakan pada Rabu( 11/11) yang lalu.

Hadir dari perwakilan DWP UNDIP yakni Ibu Endang Darmanto dan Ibu Harini Agus Subagio yang memberikan bantuan sembako sejumlah 146 paket. Kegiatan bakti sosial ini merupakan gerakan peduli pandemi covid 19 dalam rangka memperingati HUT DWP yang ke 21 tahun 2020.

Mewakili Prof. Dr.Ir. Y.S. Darmanto,M.Sc. selaku pengelola rusunawa UNDIP yakni Edy Surahmad,S.Pd.,M.Si. menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk mahasiswa UNDIP yang tinggal di rusunawa. Diharapkan bantuan sembako yang diberikan cukup membantu kebutuhan makanan bagi mahasiswa yang tinggal di rusunawa. Bantuan yang diberikan DWP UNDIP tersebut adalah wujud kepedulian dan kasih sayang terutama untuk mahasiswa yang terdampak pandemi.

Sumber artikel : web undip

#undip #universitasdiponegoro #semarang #undipexcellent #undipjaya #undipgoesworldclassuniversity 

 

Senin, 16 November 2020

UNDIP Kampus Anti Radikalisme

 

SEMARANG – Untuk menangkal berkembangnya paham radikalisme di lingkungan lembaga pendidikan tinggi, Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan Program Penguatan Ideologi Kebangsaan bagi seluruh civitas akademika. Program untuk mengantisipasi embrio paparan radikalisme dan sikap intoleransi itu sudah dilakukan Kampus Diponegoro sejak tahun 2011.

Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama S.H.,M.Hum membuka Kuliah Umum bertema Penguatan Ideologi Kebangsaan Bagi Pimpinan Universitas Diponegoro. “Kuliah umum ini sangat penting untuk kembali memberikan pencerahan untuk kita memilih melawan radikalisme. Pencerahan ini harus diterapkan secara benar dan soft untuk satu tujuan kita setia terhadap NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika,” kata Beliau dalam sambutannya dalam acara yang digelar secara daring, Rabu (11/11/2020). Tampil sebagai pembicara pada kuliah umum ini,  Direktur Pencegahan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) periode 2017-2020, Irjen Pol (Purn) Ir  H Hamli ME yang memaparkan “Wawasan Kebangsaan: Membangun Generasi Emas 2045”, dan psikolog senior Undip Dr Hastaning Sakti MKes Psi yang membawakan materi “Transpersonal Psychology untuk Penguatan Ideologi Kebangsaan”.

Menurut Rektor Undip, pilihan cara melawan radikalisme secara soft dengan menanamkan kecintaan serta kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika, bukan hal baru. Langkah tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2011. Kampus Diponegoro sangat peduli terhadap ancaman paham radikalisme di lingkungan kampus.

Sementara itu Direktur Pencegahan BNPT, Ir  H Hamli ME, mengungkapkan untuk membangun generasi emas 2045 diperlukan bekal keterampilan abad 21 yang mencakup tiga hal, yaitu kualitas karakter, literasi dasar dan kompetensi. “Untuk literasi dasar dan kompetensi, saya percaya bapak ibu semua sudah mencukupi,” ujar beliau. Kualitas karakter yang dimaksud meliputi religiositas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas. Sedangkan literasi dasar meliputi literasi bahasa, numerasi, sains, digital, finansial serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Adapun kompetensi yang diperlukan untuk membangun generasi emas terdiri dari kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan komunikasi dan kolaborasi.

 

Berkait dengan kualitas karakter, religiositas dan nasionalisme harus diberikan bersama-sama. Penekanan terhadap nasionalisme yang berlebihan bisa membuat orang terlalu kekiri-kirian, tidak memiliki agama, sekuler. Sebaliknya, jika hanya dikaji religiositas tanpa nasionalisme, orang akan cenderung berkeinginan merubah NKRI menjadi bentuk-bentuk yang lain. Karena itu menjadi penting religiositas dan nasionalisme diberikan bersama-sama.

Saat ini ada 4 hal besar yang mengancam NKRI, yakni: Korupsi, Narkotika, Terorisme, Bencana Alam. Korupsi ditangani Polri, Kejagung, KPK dan kelembagaan lainnya. Isu korpsi sering dipakai kelompok-kelompok sebagai dalih untuk mengganti NKRI supaya penindakan hukumnya lebih gampang sehingga korupsi tidak ada lagi. Kejahatan narkotika yang ditangani Polri dan BNN  tidak banyak resistensi dari masyarakat. Berbeda jika yang ditangkap adalah teroris, sering memicu kelompok-kelompok tertentu untuk bersuara dan bahkan bisa menimbulkan gejolak.

Psikolog Dr Hastaning Sakti MKes., P.si., mengatakan pendidikan karakter bagi mahasiswa baru Undip sudah dilakukan sejak tahun 2011. Dalam pendidikan karakter diajarkan bagaimana mahasiswa memiliki kompetensi, ada learning skill yakni amanah dan cerdas. Ketika mengajarkan thinking skill bagaimana bisa kompetensinya bagus, maka organisatorisnya juga harus cerdas, disitulah leadership skills nasionalisme juga diajarkan. Living skill juga diajarkan, kemudian moral dan etika menjadi manusia yang regilius. “Hasil yang diharapkan adalah menjadikan mahasiswa yang memiliki karakter sesuai tageline Undip yakni Jujur,Adil,Berani dan Peduli,” tegas beliau.

Sumber artikel : web undip

#undipjaya #undipexcellent #diponegoromuda #beritaundip #universitasdiponegoro #undipgoesworldclassuniversity

 

Jumat, 13 November 2020

Dharma Wanita Persatuan UNDIP Tetap Eksis di Masa Pandemi

 

sumber : web undip 

Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNDIP tetap menggelar Rapat Kerja dan Pengukuhan Pengurus DWP Fakultas, Rektorat, Sekolah Pascasarjana, Sekolah Vokasi dan RSND UNDIP masa bhakti 2019-2024 yang dilakukan secara virtual pada Jumat (13/11). Hadir pada acara rapat kerja dan pengukuhan pengurus DWP yakni Ketua DWP UNDIP Ibu Asih Yos Johan Utama, para pengurus DWP UNDIP beserta pengurus DWP yang dikukuhkan untuk masing-masing unit dan fakultas di lingkungan UNDIP.

Ketua DWP UNDIP Ibu Asih Yos Johan Utama menyampaikan sambutan, ucapan terima kasih untuk kesediaan peserta hadir pada acara rapat kerja dan pengukuhan pengurus yang digelar secara daring ini. Acara pengukuhan Pengurus DWP di lingkungan UNDIP masa bhakti 2019-2024 baru dilaksanakan pada hari ini mengingat masa pandemi yang menyebabkan kegiatan DWP UNDIP berhenti sementara sebagai upaya pencegahan penyebaran virus covid 19. Untuk selanjutnya kegiatan DWP UNDIP akan lebih banyak dilaksanakan secara daring. Namun jika kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan yang mengharuskan tatap muka langsung atau bertemu langsung dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ibu Asih menyampaikan kepada para Pengurus DWP yang dikukuhkan untuk dapat segera menyusun program awal untuk satu tahun kedepan, atau bahkan jika memang dapat disiapkan dapat juga untuk menyusun program panjang untuk lima tahun ini. Beliau berpesan, ”Bagi Ibu-Ibu Pengurus DWP didalam menjalankan tugas sebagai pengurus untuk tetap memperhatikan kewajiban sebagai istri, ibu dan pegawai bagi yang bekerja. Jangan sampai tugas sebagai pengurus mengganggu pekerjaan kantor atau melupakan kewajiban sebagai istri dan seorang ibu”. Beliau menambahkan bahwa menjadi Pengurus DWP adalah berjiwa sosial dan mandiri. Berjiwa sosial artinya kita bekerja dengan tulus ikhlas tanpa digaji. Adapun mandiri adalah semua kegiatan DWP dilakukan secara mandiri tidak tergantung pada institusi. Untuk itu Ibu Asih berpesan untuk pengurus DWP yang baru saja dikukuhkan ini untuk segera menyusun program jangka pendek guna mengisi kegiatan DWP UNDIP yang memberikan kemanfaatan dan memiliki nilai.

Menutup sambutan, Ibu Yos menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus DWP periode sebelumnya dan mengucapkan selamat bekerja untuk pengurus DWP yang baru saja dikukuhkan untuk masa bhakti 2019-2024.

#undip #universitasdiponegoro #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : web undip 

Kamis, 12 November 2020

Ciptakan Mahasiswa Unggul : Teknik Perkapalan UNDIP Tingkatkan Mutu Bidang Teknik dan Computing

sumber : web undip

SEMARANG – Program Studi (Prodi) Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) membidik status akreditasi internasional dari IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education) di tahun 2021 sebagai anjakan menuju akreditasi unggul. Persiapan untuk meraih IABEE sudah dipersiapkan secara matang, dan sudah ditetapkan jadwal visitasi dari lembaga akreditasinya.

Kepala Departemen yang sekaligus Kaprodi Teknik Perkapalan FT UNDIP, Dr. Eng Hartono Yudo ST., MT., mengatakan untuk jadwal visitasi IABEE direncanakan pada tanggal 30 November – 2 Desember 2020. Kegiatan tersebut kemungkinan dilakukan secara daring dan hasilnya akan diumumkan awal tahun 2021. ‘’Kita berharap, Februari 2021 Teknik Perkapalan Undip sudah terakreditasi internasional IABEE,’’ kata Hartono Yudo, Rabu (11/11/2020). Beliau berpendapat bahwa  Akreditasi IABBE akan menguatkan kesiapan Departemen  Teknik Perkapalan dalam menerapkan sistem pendidikan berbasis luaran (Outcome Base Education). Hal itu berarti berarti setiap mata kuliah yang disampaikan harus memiliki capaian pembelajaran lulusan yang menunjang profil profesional mandiri untuk menghasilkan lulusan siap  kerja. ‘’Kami mencanangkan menjadi Departemen Teknik Perkapalan yang unggul dalam riset teknologi perkapalan dan maritim di tingkat Nasional serta mampu berkompetisi di tingkat internasional. Itu sesuai visi kami,’’ ujar beliau.

IABEE merupakan organisasi independen nirlaba bagian dari lembaga Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang didedikasikan untuk menumbuhkembangkan budaya mutu dalam pengelolaan pendidikan tinggi di bidang teknik dan computing. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam hal ini sekarang berada di Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, telah mengakui keberadaan IEBEE. Patut dicatat, IEBEE juga sudah diakui oleh International Engineering Alliance (IEA)  dalam Sidang Tertutup Washington Accord pada 12 Juni 2019  sebagai  Signatory Member. Dengan begitu IABEE yang dibentuk dengan pembinaan JABEE (Japan Accreditation Board for Engineering Education) kewenangan akreditasinya dalam bidang teknik diakui setara dengan negara-negara anggota Washington Accord seperti Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Australia, New Zealand, Afrika Selatan, Rusia, Jepang, China, India, Turki, Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia.

Prodi Teknik Perkapalan UNDIP saat ini memilki program S1 dengan Akreditasi A. Teknik Perkapalan UNDIP sebenarnya tergolong Prodi baru, secara resmi berdiri Oktober 2002. Namun Prodi ini berhasil melakukan berbagai lompatan, dan sejak tahun 2016 sudah mengantongi Predikat A  dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dengan Keputusan No.1057/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2016 dan Sertifikasi ISO 9001:2015.

Saat pertama menerima mahasiswa baru yakni pada tahun 2003, tercatat sebanyak 40 mahasiswa yang bergabung. Kemudian,pada tahun-tahun berikutnya, rata-rata jumlah yang diterima sebanyak 130 mahasiswa. Sedangkan pada tahun pelajaran 2020/2021 ini tercatat sebanyak 172 mahasiswa, dengan total sekitar 500-an lebih mahasiswa yang masih menjalani perkuliahan saat ini.

Saat ini, jumlah dosen di Teknik Perkapalan tercatat 17 orang. Dengan jumlah dosen yang bergelar doktor tercatat sebanyak enam orang. Saat ini, dua orang dosen sedang menempuh pendidikan Doktor dan dua orang baru mulai mengambil program doktor di tahun ini, mereka kuliah di dalam dan ada juga yang di luar negeri.

Departemen Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro mencetak lulusan untuk menjadi seorang yang profesional dalam bidang engineer, enterprenuer, manager, dan akademisi, peneliti. Untuk menghasilkan lulusan yang berkemampuan unggul dalam menerapkan ilmu-ilmu dasar dan keahlian Teknik Perkapalan dan Maritim, maka untuk menunjang perkuliahan, Teknik Perkapalan UNDIP dilengkapi enam laboratorium unggul, diantaranya :

·       * Hidrodinamika Kapal

·       * Laboratorium Struktural dan Konstruksi Kapal

·       * Laboratorium Sistem Perpipaan dan Permesinan Kapal

·       * Laboratorium Perencanaan Kapal Dibantu Komputer

·       * Laboratorium Las dan Meterial Kapal

·      *  Laboratorium Kapal Kecil dan Perikanan.

Tidak hanya Laboratorium, demi memyiapkan lulusan yang unggu, perkuliahan di UNDIP juga menerapkan kerja praktik. Mahasiswa wajib mengikuti kerja praktik selama dua bulan, yakni pada Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan galangan kapal. Guna mensukseskan visi dan misi Teknik Perkapalan, yakni menyelenggarakan pendidikan akademik yang unggul dan profesional dalam bidang teknologi perkapalan dan maritim sehingga menghasilkan lulusan yang kompetitif.  ‘’Prospek lulusan kerja kita luas, bisa di Pertamina, galangan kapal, BKI, Pelni, Pelindo, pembangunan lepas pantai, masuk Beasiswa Prajurit Karier di Angkatan Laut, di sejumlah perusahaan swasta dan menjadi Aparatur Sipil Negara di sejumlah Kementerian khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan lainnya,’’ ungkap beliau.

Kini, Prodi Teknik Perkapalan juga giat mendorong mahasiswa dan dosen melakukan riset dan publikasi secara berkala dalam riset teknologi perkapalan dan maritim serta mendorong kepemilikan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai upaya pengembangan teknologi perkapalan dan maritim. Tak hanya itu, mahasiswa dan dosen pun aktif dalam pengabdian kepada masyarakat dengan standar kualitas yang tinggi untuk memecahkan persoalan masyarakat di wilayah pesisir dan pantai dalam bidang Teknologi perkapalan dan maritim serta membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melakukan evaluasi secara teratur untuk meningkatkan kualitas, profesionalisme, kapabilitas, akuntabilitas dan tata kelola serta kemandirian dalam penyelenggaraan Departemen Teknik Perkapalan.

#undip #universitasdiponegoro #undipjaya #undipexcellent #undipgoesworldclassuniversity

Sumber artikel : https://www.undip.ac.id 

 

Rabu, 11 November 2020

Pencapaian UNDIP dalam Inovasi Indonesia Expo (I2E) 2020

Penghargaan Anugerah Inovasi Indonesia kembali digelar tahun ini. Acara ini berlangsung di Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo, Gedung BJ Habibie Lantai 3 Jakarta Pusat pada Selasa (10/11). Penghargaan Anugerah Inovasi Indonesia dengan kategori Perguruan Tinggi Inovatif diraih oleh Center For Biomechanics, Biomaterials, Biomechantronics and Biosignal Processing (CBIOM3S), Universitas Diponegoro yang menduduki peringkat II. 

Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai universitas riset yang dalam perjalanan menjadi World Class University, memiliki suatu pusat riset teknologi kesehatan, yaitu Center for Biomechanics, Biomaterials, Biomechantronics and Biosignal processing (CBIOM3S). Dalam 4 tahun terakhir, CBIOM3S telah mengembangkan produk teknologi kesehatan, yang beberapa produk yang telah dibuat adalah: tangan bionik, tangan mekanik, alat terapi club foot untuk bayi, brace untuk pasien dengan ostheo-arthritis sendi lutut, kaki tiruan, alat diagnosis penyakit Parkinson, eksoglove untuk pasien stroke, dll. 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan kali ini hadir dalam format Virtual Exhibition diadakan 10-13 November 2020 dilanjutkan pameran statis dimulai tanggal 14 November – 10 Desember 2020. I2E tahun ini mengusung tema ’Inovasi Indonesia sebagai Solusi’, sebagai penutup rangkaian acara peringatan Seperempat Abad Kebangkitan Teknologi Nasional. Menristek/Kepala BRIN menjelaskan pameran ini sendiri merupakan penanda integrasi komunitas litbangjirap yang lebih erat di Indonesia. 

Presiden Joko Widodo menyambut gembira dan menyampaikan penghargaan atas diselenggarakannya I2E 2020. I2E menjadi contoh adanya ekosistem yg kondusif bagi penelitian dengan bukti lahirnya karya-karya inovatif anak bangsa, terutama saat menghadapi pandemi Covid-19 telah muncul inovasi di berbagai bidang, seperti pengembangan Vaksin Merah Putih dan pendeteksi virus melalui embusan nafas Gnose. Hal ini menjadikan inovasi menjadi bagian sangat penting untuk kemandirian dan keunggulan bangsa. 

Selain menampilkan berbagai hasil litabngjirap, expo juga dimeriahkan dengan seminar, diskusi, workshop virtual dalam berbagai topik penelitian dan aplikasi, pertemuan dan bincang bersama peneliti dan inovator Indonesia, kunjungan melalui virtual tour ke laboratorium dan fasilitas penelitian terbaru, klinik/konsultasi virtual, lomba kreativitas dan inovasi masyarakat, serta acara menarik lainnya. Inovasi Indonesia Expo (I2E) 2020 yang sebelumnya bernama RITECH EXPO merupakan pameran tahunan yang menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi unggulan karya anak bangsa.

sumber : web undip


Senin, 09 November 2020

Prestasi Universitas Diponegoro dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2020

sumber : web undip 

Halo semua..... apa kabarnya hari ini? Semoga dalam keadaan sehat ya... 
Hari ini aku akan sharing berita membanggakan dari kampus tercinta, Universitas Diponegoro. Yuk dibacaaaa :)

Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2020 berhasil didominasi oleh Mahasiswa Universitas Diponegoro. KKCTBN 2020 yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Malang ini mengangkat tema “Inovasi Teknologi Kemaritiman dalam Penanganan Covid-19”. Tim mahasiswa dari Teknik Perkapalan menjadi perwakilan Undip untuk berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Acara ini bertujuan untuk ajang pengembangan inovasi yang berasal dari ide anak bangsa untuk mengatasi pandemi Covid-19 dalam bidang teknologi kemaritiman dan perkapalan.

 

Undip mengirimkan empat tim mahasiswa dan berhasil meraih berbagai kejuaraan, Kejuaraan diumumkan pada 07 November 2020. Adapun prestasi yang diraih oleh perwakilan Undip yaitu :

-          * Juara 1 kategori desain kapal rumah sakit

-          * Juara 3 kategori desain kapal ambulan

-          * Juara Harapan 1 kategori desain kapal Ro-ro

-          * Juara Harapan 1 kategori desain ERC (Electric Remote Control) Boat.

 

Prestasi yang diraih Undip dalam merupakan hal yang membanggakan, karena Undip turut memberikan ilmu yang bermanfaat guna pengembangan teknologi di Indonesia khususnya dalam bidang maritim dan perkapalan. Keberhasilan ini pun tak terlepas dari dukungan para dosen yang membimbing anak didiknya agar selalu berinovasi canggih. Undip terus mendukung mahasiswa agar menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat kota Semarang dan Indonesia, sejalan dengan salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu untuk membangun kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Diharapkan inovasi baru ini dapat mempermudah kehidupan masyarakat dalam kondisi pandemi di masa sekarang, dan menjadi inspirasi bagi Undip untuk selalu berkarya dan berprestasi untuk bangsa. Selamat UNDIP!

sumber artikel : https://www.undip.ac.id/post/category/prestasi-id


Acara Sepeda Sehat Meriahkan Dies Natalis Ke-163 Universitas Diponegoro

sumber : web undip 

Olahraga menjadi kegiatan rutin yang layak dilakukan guna meningkatkan kesehatan tubuh dan imunitas di masa pandemi. UNDIP menggelar kegiatan Sepeda Sehat dalam rangkaian Dies Natalis ke-63 UNDIP yang dilaksanakan pada Minggu pagi (8/11). Rute dimulai dari Dekanat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) menuju keluar gerbang kampus ke arah jembatan Sikatak. Kemudian melewati jalan depan Fakultas Kedokteran, Makam UNDIP, RSND, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, naik menuju jalan arah BNI Tembalang. Kemudian belok kiri melewati Polines menuju gerbang UNDIP. Hingga  finish di halaman depan Gedung Widya Puraya Rektorat UNDIP Tembalang.

Dalam Kegiatan ini jumlah peserta sangat dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan dan upaya menghindari kerumunan. Namun, acara berjalan cukup meriah terlebih karena adanya doorprize yang merupakan bantuan dari Bank Jateng. Adapun bantuan Bank Jateng berupa merupakan hadiah hiburan berupa handuk, lampu emergency. Juga rice cooker mini, kipas angin, tabungan Bima sebesar satu juta untuk masing-masing yang beruntung. Terdapat pula handphone dan smart tv dan e-bike sebagai doorprize utama.

Acara dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Ketua Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, para Dekan dan Pejabat dari Bank Jateng beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Rektor UNDIP Prof.Dr.Yos Johan Utama,SH.,M.Hum menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Bank Jateng untuk turut memeriahkan Dies Natalis ke-63 UNDIP. “Dunia saat ini masih diuji, pandemi telah berdampak besar pada semua sendi kehidupan. Ruang sosial yang terbatas, membuat kegiatan ini tidak memungkinkan untuk mengundang banyak orang mengingat protokol kesehatan”, ungkap Prof. Yos. Lebih lanjut Prof Yos juga mengajak untuk tetap semangat  beraktivitas dan berkarya dengan tetap memperhatikan kesehatan seperti aktivitas berjalan kaki maupun bersepeda. Prof. Yos menambahkan bahwa kebiasaan hidup sehat mendukung kinerja pegawai yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan. Sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals yang ke-3 yakni Good Health and Well-Being.

Komisaris Utama Independen Bank Jateng Edhi Chrystanto menyambut baik dan berterima kasih telah diberikan kesempatan untuk turut serta memeriahkan Dies Natalis ke-63 UNDIP. Beliau menyampaikan bahwa jargon Undip menjadi semangat bagi Bank Jateng untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan dan menjalin kemitraan dengan UNDIP. Hal tersebut sejalan dengan tujuan SDGs ke-17 (Partnership for The Goals) yakni kemitraan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membangun Jawa Tengah melalui kontribusi yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

sumber artikel : https://www.undip.ac.id/
 

Jumat, 06 November 2020

Lulus dari UNDIP : I’m Agent Of Change

 

sumber : web undip 

Acara Upacara Wisuda Ke-160 Universitas Diponegoro masih berlangsung hingga hari ini (5/11). Seperti biasanya, Upacara dilaksanakan di Gedung Prof. Soedarto. Upacara dihadiri oleh Rektor Undip, Wakil Rektor, Ketua Senat Akademik, Wakil Majelis Wali Amanat, dan Dekan Fakultas/Sekolah. Para wisudawan dan wisudawati mengikuti acara secara live melalui aplikasi Zoom dan disiarkan secara langsung di YouTube Undip.  

Sebanyak 1.018 orang diwisuda hari ini yang lulus dari berbagai fakultas meliputi 199 orang dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, 599 orang dari Sekolah Vokasi, 186 orang dari Fakultas Kedokteran, dan 34 orang dari Fakultas Psikologi. Pada wisuda ke-160 ini, hadir beberapa wisudawan dengan predikat cumlaude untuk membacakan Janji Alumni dan Ucapan Terima Kasih dari Wisudawan.

Dalam acara wisuda ini juga ditayangkan video motivasi dari para alumni Undip. Para alumni turut memberi semangat kepada para lulusan baru agar semangat memasuki dunia karir dan tetap membawa semangat Diponegoro dalam berkarya dan menyebar kebaikan dan kemanfaatan di masayarakat. Seperti Pesan yang disampaiakan Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum, selaku Rektor UNDIP, “mahasiswa Undip harus menjadi subjek yang melakukan perubahan untuk dunia agar menjadi lebih baik, bukan objek,” tuturnya.

Fajar Hudoyo wisudawan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sebagai perwakilan wisudawan untuk menyampaikan ucapan. Fajar menyampaikan ucapan terima kasih untuk semua dosen yang telah membimbing dan mendidik hingga meraih gelar sarjana. Fajar juga mengajak para wisudawan untuk semangat dan optimis meraih cita-cita. Ia juga mengungkapkan kebanggaan segera menjadi alumni UNDIP, kampus yang masuk dalam 10 besar universitas terbaik di Indonesia. “Setelah ini kita resmi menjadi alumni Undip, kita akan menapaki fase kehidupan selanjutnya. Kita sudah ditunggu dan ditantang untuk mengaplikasikan apa yang selama ini sudah kita peroleh, mulai dari ilmu pengetahuan, ilmu kehidupan, ilmu organisasi, ilmu bersosialisasi, ilmu mengembangkan relasi, dan banyak ilmu lainnya yang sudah kita dapatkan dari kehidupan kampus selama menjadi mahasiswa,” ujarnya. Fajar juga mengajak lulusan UNDIP menjadi Agent of Change. Fajar mengajak agar Ilmu Pengetahuan yang didapat para wisudawan bersama-sama untuk menerangi dunia dan membuat perubahan yang memberikan kemanfaatan.

sumber artikel : https://www.undip.ac.id


Kamis, 05 November 2020

3 Poin Penting untuk Wisudawan Undip : Kualitas, Integritas, dan Pantang Menyerah

sumber : web undip 

Hari Rabu tanggal 4 November 2020 hari yang paling ditunggu-tunggu para wisudawan, meskipun upacara wisuda dilakukan secara virtual, namun tidak mengurangi semangat dan antusias para wisudawan.  Upacara Wisuda ke-160 Universitas Diponegoro diselenggarakan di Gedung Prof. Soedarto. Wisuda periode ke-160 ini dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 4-6 November 2020. Wisuda hari pertama ini diselenggarakan dalam 2 tahap, dengan Tahap I pukul 08:00 – 10:30 WIB dan Tahap II pukul 12:00 – 14:30 WIB. Wisudawan yang mengikuti prosesi wisuda hari ini sejumlah 1.020 orang yang lulus dari Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Sekolah Pascasarjana, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Upacara Wisuda dihadiri langsung oleh Rektor Undip, Wakil Rektor, Ketua Senat Akademik, Wakil Majelis Wali Amanat, dan Dekan Fakultas/Sekolah.

Pembukaan acara dilakukan oleh Prof. Ir. Edy Rianto, M.Sc., Ph.D, IPU selaku Ketua Senat Akademik Undip. Beliau berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar selalu menjunjung tinggi panji Diponegoro dimanapun mereka berada. Kemudian Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Budi Setiyono,S.Sos.,M.Pol.Admin.,Ph.D. menyampaikan laporan wisuda bahwa total 2.544 wisudawan yang lulus pada Wisuda ke-160 Undip.

Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan memberi semangat walaupun wisuda dilaksanakan secara virtual di masa pandemi Covid-19. “Jagalah karakter pemimpin sebagai ciri mahasiswa Undip. Para dosen di Undip akan selalu mendukung kesuksesan masa depan Anda semua,” tutur Rektor Undip. Beliau juga menambahkan bahwa dalam menghadapi masa yang belum ada kepastian (unpredictable) dimana lowongan kerja terbatas, kegiatan sosial yang dibatasi dan kondisi yang tidak menentu ini yakni dengan tetap semangat dan optimis. “Tingkatkan skill, memiliki integritas dan jiwa pantang menyerah,” pesan Beliau.

Dalam wisuda kali ini ada yang menarik, yaitu menampilkan alumni-alumni yang sukses dan menjadi kebanggaan almameter. Tujuannya untuk menjadikan teladan, inspirasi dan semangat untuk meraih cita-cita mulia.

Undip selalu mengedepankan pelayanan terbaik bagi para mahasiswa hingga lulus. Undip berupaya membantu lulusan mencari pekerjaan, Undip telah memiliki UCC (Undip Career Center) untuk meningkatkan kompetensi dan wadah untuk menyiapkan karir dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia menjadi tenaga kerja yang siap kerja.

Sumber Artikel : https://www.undip.ac.id 


 

Rabu, 04 November 2020

UNDIP-UNAIR Gelar Kolaborasi Riset Secara Virtual

Selasa (3/11) Universitas Diponegoro menggelar Kolaborasi Riset bertema “Akses Universitas untuk Riset yang Berkualitas” yang dilakukan secara virtual dikarenakan pandemic Covid-19. Acara ini dihadiri oleh Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum, Para Wakil Rektor, Para Dekan, Ketua Lembaga, dan Direktur terkait dengan menggunakan media Zoom Meeting. Acara diikuti pula oleh perwakilan dari Universitas Airlangga Prof. M. Yasin dan lebih dari 30 peserta.

Dalam Sambutan oleh Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa Undip yang merupakan PTNBH (Perguruan Tinggi Badan Hukum) Undip dalam hal publikasi meningkat secara signifikan. Perlu adanya peningkatan dalam bidang hilirisasi untuk dijadikan income, mari kita wujudkan bahwa riset- riset kita menghasilkan produk berkualitas, baik dari eksakta maupun sosial.

Ketua LPPM Undip Prof. Jamari mengatakan bahwa acara rapat ini merupakan langkah awal dalam rangka penajaman akselerasi riset, inovasi, menambah dan meningkatkan kualitas jurnal-jurnal Undip.

Wakil Rektor Riset dan Inovasi Prof Ambariyanto juga menambahkan bahwa dengan loncatan -loncatan jurnal publikasi terindeks, Undip dan Unair dapat bersinergi untuk kemajuan bersama tidak hanya untuk Undip dan Unair tetapi untuk masyarakat Indonesia.

Sumber : www.undip.ac.id