Senin, 20 April 2020

A Tomorrow For You And For Me

Pernahkah kamu mendapat kabar buruk kalau waktu dan kesempatan telah berlalu? Tenang! Tak usah berlebihan dalam menyesal, kabar baiknya adalah kamu dapat mengendalikannya….


Sangat disayangkan Ketika ada penyesalan karena perbuatan kecil yang tidak baik namun terus berulang. Ada banyak orang terkadang merasakan bahwa hidupnya seakan tak berguna dan tak layak… Apakah kamu salah satu orangnya? Aku juga lohhh, tapi aku mengatakan pada diri sendiri ”yahhh, aku bisa melakukan yang lebih baik.”

Gak masalah merasa hidup terkadang tak adil dan merasa semesta semakin jauh seakan meninggalkan kamu. Yang tersepenting kamu tetap survive dan melangkah kedepan bukan mundur.

Di Masa pandemik Covid 19, kita memiliki banyak waktu di rumah, bahkan sangat banyak, hahaha. Namun pertanyaannya apakah kita merasa nyaman? Apakah kita bersyukur? Apakah kita memanfaatkan waktu yang berlalu dengan baik? Agar tetap menghargai hidup, kamu harus tau ada jutaan orang mengharapkan untuk kembali sehat, kembali beraktivitas, kembali belajar, kembali untuk mengucap syukur bahwa Hidup adalah Anugerah.


Erma Louise Bombeck adalah humoris Amerika. Ia juga seorang kolumnis masalah-masalah pinggiran kota yang diterbitkan oleh 900 koran di Amerika dan Kanada. Ia telah menulis 15 buku yang hampir semua best seller. Ia meninggal pada usia 69 tahun oleh karena penyakit ginjal. Goresan penanya dibawah ini yang berjudul “SEANDAINYA AKU MASIH PUNYA KESEMPATAN UNTUK MENJALANI KEHIDUPAN” layak untuk kita renungkan:

Seandainya aku masih punya kesempatan untuk menjalani kehidupan…
Aku akan mengurangi berbicara dan mendengar lebih banyak.
Aku akan mengundang teman-teman untuk makan malam di rumah sekalipun karpetku akan ternoda dan sofaku jadi rusak.
Aku akan menikmati makan popcorn diruang tamu dan mengurangi kekuatiran tentang debu-debu karena seseorang menyalakan perapian.
Aku akan mendengarkan ocehan-ocehan kakekku tentang masa mudanya.
Aku tidak akan ngotot menutup kaca jendela mobilku di musim panas karena rambutku yang telah tertata rapi dan dispray.
Aku akan menyalakan lilin merah jambu itu sebelum ia rusak di Gudang.
Aku akan duduk di halaman rumput dengan anak-anakku tanpa kuatir rumput yang kotor. Aku akan menangis dan mengurangi tertawa ketika menonton TV dan lebih lagi Ketika melihat kehidupan ini.
Aku akan mengambil sebagian beban yang dipikul suamiku.
Aku akan beristirahat di ranjang Ketika aku sakit dan bukannya ngotot berpikiran bahwa dunia akan meninggalkanku jika aku tidak bekerja hari itu.
Aku tidak akan pernah membeli barang hanya karena barang itu dikatakan praktis atau karena digaransi seumur hidup.
Aku tidak ingin menolak untuk hamil selama 9 bulan, tetapi sebaliknya menghargai setiap detik dan menyadari bahwa keajaiban yang tumbuh dirahimku adalah bagian dari keikutsertaanku didalam menunjukkan keajaiban Tuhan.
Jika anakkku menciumku tiba-tiba, aku tidak akan pernah berkata,
“nanti saja ciumannya. Sekarang pergi mandi dan kita akan makan malam.”
Aku akan lebih banyak mengucapkan “Aku mengasihimu” dan lebih banyak mengucapkan “maafkan aku”.
Tetapi yang terpenting, aku akan meraih setiap menit… memandangnya… betul-betul melihatnya… menghidupinya… dan tidak pernah menyia-nyiakannya.

Aku berharap siapapun yang baca Blog ini sadar akan betapa kita manusia lemah yang terkadang lupa akan posisi kita yang sangat terbatas dengan waktu. Beberapa minggu yang lalu dimasa isolasi diri 14 hari di kampung setelah kedatangan dari Semarang, aku melihat pintu tetangga yang selalu tertutup. Ternyata dia yang dulunya hampir setiap hari aku lihat sedang sakit dan harus cuci darah di kota Medan. Sempat terkejut, tapi bagaimanapun ini adalah kabar duka dan ada hikmat yang diperoleh. Kita gak tau kapan akan sakit. Kapan mati. Kita hanya tau bahwa Tuhan maha besar dan akan tetap maha dalam segalanya.

Sampai kapankah gerangan waktu yang tersisa? Kuharap kita menjawab dalam hati masing-masing. Mumpung masih ada waktu, mari keluarkan kata-kata yang sedap didengar dari mulut. Ya ternyata benar kalau mulut adalah harimau, pilihan ada pada masing-masing diri apakah akan jadi harimau jinak yang disegani oleh banyak orang atau jangan-jangan menjadi harimau yang kasar dan semberaut? Dari mulut kata-kata berkat keluar namun dari mulut juga keluar kutukan yang menyakitkan hati. Manakah yang lebih banyak keluar dari mulut kita : perkataan positif atau negatif; berita bohong atau warta kebenaran; ucapan kebencian atau sapaan kasih; berkat atau kutuk? Ingat apapun yang keluar dari mulut berasal dari hati. Kapan lagi bisa mengatakan  hal-hal yang sedap didengar kalau kamu masih tetap pada diri yang lama. Ingat, mumpung masih ada kesempatan!

Jika masih ada kesempatan, sempatkan waktu untuk bersantai; menonton film dan mendengar music berjam-jam adalah cara santai yang aku pilih. Tak usah terlalu menjadi pribadi idealis dalam hal manajemen pekerjaan sehingga terkadang lupa kalau menyisihkan waktu berkumpul bareng teman tuh sangat perlu, tertawa dan curhat berjam-jam sampai lupa waktu itu hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Teringat banget beberapa bulan yang lalu punya kesempatan yang tak biasa dan bahaya sih, wkwkwk. Bersama teman-teman kece ke Kota Lama Semarang di-tengah malam. Dilanjut nongkrong di Burjo sampai pukul tiga pagi. Ku menyesal sejadi-jadinya saat itu, sangat tidak menghargai waktu dan tidak menyayangi tubuh. Tapi aku dapat pelajaran yang jauh lebih berharga. Kapan lagi momen ini akan terwujud kalau bukan disaat-saat muda, disaat masih energic apalagi disaat ada tumpangan ke semarang bawah naik motor wkwk (biasanya naik bus) terima kasih kak Kathie, Martha, Frianch, Jeki, Anju, Parri, Nasib, best Elkima buat malam itu yang menyadarkan diri bahwa hidup hanya sekali, jika punya kesempatan ‘dangerousbuthappyandpositive’ yukkk dicoba! hahaha.


Ohhh iya, kalau bahas tentang ‘waktu’ ada banyak hal yang ingin di sharing tapi yang paling penting tuhh belajar untuk menghargainya dan membuatnya berarti tuh jauh sangat mengesankan. Yakinlah di dalam jiwa kita ada roh waktu yang selalu membersamai kita, berharap ‘roh waktu’ mengucapkan ‘Terima Kasih’ karena selalu ada momen kebaikan dan cinta yang telah kita lakukan.

Yuk berkomitmen pada prioritas tertentu sejak sekarang dengan waktu yang kita terima. Menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga, ambil sekarang. Tulis surat dengan seseorang yang sudah lama ingin kamu tulis, buat sekarang. Uang yang ada untuk berbagi, lakukan sekarang. Waktu untuk belajar, lakukan sekarang. Orang yang ingin kamu lihat, temui sekarang! 

Today you have to read this words:
“There may not be a tomorrow for you and for me, because there’s a warning to time, time is running out for all of us . time is too short for indecision and vacillation” 

Dear, TIME IS SHORT .....

 Keep Learning, Keep Growing, Keep Moving!




8 komentar:

  1. Waktu paling penting adalah menghargai waktu itu sendiri.
    Tidak ada hal yang bisa terulang. Dalam segi kehidupan dll. Tdk ada yang terulang persis. Keren banget sih tulisan kamu ini dek

    BalasHapus
  2. Puji Tuhan kakak.Terima Kasih kakak 🤗

    BalasHapus
  3. You live your life today,
    Not tomorrow,
    and certainly not yesterday.
    so, Mulailah dengan langkah-langkah kecil.
    #Jalan tak selalu lurus, bnyak lika likunya,sperti pohon bnyak rantingnya,hati2 memanjat.😅 _tetap fokus dengan Target .. #Gbu

    BalasHapus