Pernahkah kamu mendapat kabar
buruk kalau waktu dan kesempatan telah berlalu? Tenang! Tak usah berlebihan
dalam menyesal, kabar baiknya adalah kamu dapat mengendalikannya….
Sangat disayangkan Ketika ada penyesalan karena perbuatan
kecil yang tidak baik namun terus berulang. Ada banyak orang terkadang
merasakan bahwa hidupnya seakan tak berguna dan tak layak… Apakah kamu salah
satu orangnya? Aku juga lohhh, tapi aku mengatakan pada diri sendiri ”yahhh,
aku bisa melakukan yang lebih baik.”
Gak masalah merasa hidup terkadang tak adil dan merasa
semesta semakin jauh seakan meninggalkan kamu. Yang tersepenting kamu tetap
survive dan melangkah kedepan bukan mundur.
Di Masa pandemik Covid 19, kita memiliki banyak waktu di
rumah, bahkan sangat banyak, hahaha. Namun pertanyaannya apakah kita merasa
nyaman? Apakah kita bersyukur? Apakah kita memanfaatkan waktu yang berlalu
dengan baik? Agar tetap menghargai hidup, kamu harus tau ada jutaan orang mengharapkan untuk kembali sehat, kembali beraktivitas, kembali belajar, kembali untuk mengucap syukur bahwa Hidup adalah Anugerah.
Erma Louise Bombeck adalah humoris Amerika. Ia juga seorang
kolumnis masalah-masalah pinggiran kota yang diterbitkan oleh 900 koran di
Amerika dan Kanada. Ia telah menulis 15 buku yang hampir semua best seller. Ia
meninggal pada usia 69 tahun oleh karena penyakit ginjal. Goresan penanya
dibawah ini yang berjudul “SEANDAINYA AKU MASIH PUNYA KESEMPATAN UNTUK
MENJALANI KEHIDUPAN” layak untuk kita renungkan:
Seandainya aku masih punya kesempatan untuk menjalani
kehidupan…
Aku akan mengurangi berbicara dan mendengar lebih banyak.
Aku akan mengundang teman-teman untuk makan malam di rumah
sekalipun karpetku akan ternoda dan sofaku jadi rusak.
Aku akan menikmati makan popcorn diruang tamu dan mengurangi
kekuatiran tentang debu-debu karena seseorang menyalakan perapian.
Aku akan mendengarkan ocehan-ocehan kakekku tentang masa
mudanya.
Aku tidak akan ngotot menutup kaca jendela mobilku di musim
panas karena rambutku yang telah tertata rapi dan dispray.
Aku akan menyalakan lilin merah jambu itu sebelum ia rusak di
Gudang.
Aku akan duduk di halaman rumput dengan anak-anakku tanpa
kuatir rumput yang kotor. Aku akan menangis dan mengurangi tertawa ketika
menonton TV dan lebih lagi Ketika melihat kehidupan ini.
Aku akan mengambil sebagian beban yang dipikul suamiku.
Aku akan beristirahat di ranjang Ketika aku sakit dan
bukannya ngotot berpikiran bahwa dunia akan meninggalkanku jika aku tidak
bekerja hari itu.
Aku tidak akan pernah membeli barang hanya karena barang itu
dikatakan praktis atau karena digaransi seumur hidup.
Aku tidak ingin menolak untuk hamil selama 9 bulan, tetapi
sebaliknya menghargai setiap detik dan menyadari bahwa keajaiban yang tumbuh
dirahimku adalah bagian dari keikutsertaanku didalam menunjukkan keajaiban
Tuhan.
Jika anakkku menciumku tiba-tiba, aku tidak akan pernah
berkata,
“nanti saja ciumannya. Sekarang pergi mandi dan kita akan
makan malam.”
Aku akan lebih banyak mengucapkan “Aku mengasihimu” dan lebih
banyak mengucapkan “maafkan aku”.
Tetapi yang
terpenting, aku akan meraih setiap menit… memandangnya… betul-betul melihatnya…
menghidupinya… dan tidak pernah menyia-nyiakannya.
Aku berharap siapapun yang baca Blog ini sadar akan betapa
kita manusia lemah yang terkadang lupa akan posisi kita yang sangat terbatas
dengan waktu. Beberapa minggu yang lalu dimasa isolasi diri 14 hari di kampung
setelah kedatangan dari Semarang, aku melihat pintu tetangga yang selalu
tertutup. Ternyata dia yang dulunya hampir setiap hari aku lihat sedang sakit
dan harus cuci darah di kota Medan. Sempat terkejut, tapi bagaimanapun ini
adalah kabar duka dan ada hikmat yang diperoleh. Kita gak tau kapan akan sakit.
Kapan mati. Kita hanya tau bahwa Tuhan maha besar dan akan tetap maha dalam
segalanya.
Sampai kapankah gerangan waktu yang tersisa? Kuharap kita
menjawab dalam hati masing-masing. Mumpung masih ada waktu, mari keluarkan
kata-kata yang sedap didengar dari mulut. Ya ternyata benar kalau mulut adalah
harimau, pilihan ada pada masing-masing diri apakah akan jadi harimau jinak
yang disegani oleh banyak orang atau jangan-jangan menjadi harimau yang kasar
dan semberaut? Dari mulut kata-kata berkat keluar namun dari mulut juga keluar kutukan
yang menyakitkan hati. Manakah yang lebih banyak keluar dari mulut kita :
perkataan positif atau negatif; berita bohong atau warta kebenaran; ucapan
kebencian atau sapaan kasih; berkat atau kutuk? Ingat apapun yang keluar dari
mulut berasal dari hati. Kapan lagi bisa mengatakan hal-hal yang sedap didengar kalau kamu masih
tetap pada diri yang lama. Ingat, mumpung masih ada kesempatan!
Jika masih ada kesempatan, sempatkan waktu untuk bersantai;
menonton film dan mendengar music berjam-jam adalah cara santai yang aku pilih.
Tak usah terlalu menjadi pribadi idealis dalam hal manajemen pekerjaan sehingga
terkadang lupa kalau menyisihkan waktu berkumpul bareng teman tuh sangat perlu,
tertawa dan curhat berjam-jam sampai lupa waktu itu hal yang menyenangkan untuk
dilakukan. Teringat banget beberapa bulan yang lalu punya kesempatan yang tak
biasa dan bahaya sih, wkwkwk. Bersama teman-teman kece ke Kota Lama Semarang di-tengah
malam. Dilanjut nongkrong di Burjo sampai pukul tiga pagi. Ku menyesal
sejadi-jadinya saat itu, sangat tidak menghargai waktu dan tidak menyayangi
tubuh. Tapi aku dapat pelajaran yang jauh lebih berharga. Kapan lagi momen ini
akan terwujud kalau bukan disaat-saat muda, disaat masih energic apalagi
disaat ada tumpangan ke semarang bawah naik motor wkwk (biasanya naik bus)
terima kasih kak Kathie, Martha, Frianch, Jeki, Anju, Parri, Nasib, best Elkima buat
malam itu yang menyadarkan diri bahwa hidup hanya sekali, jika punya kesempatan
‘dangerousbuthappyandpositive’ yukkk dicoba! hahaha.
Ohhh iya, kalau bahas tentang ‘waktu’ ada banyak hal yang
ingin di sharing tapi yang paling penting tuhh belajar untuk menghargainya
dan membuatnya berarti tuh jauh sangat mengesankan. Yakinlah di dalam jiwa kita
ada roh waktu yang selalu membersamai kita, berharap ‘roh waktu’ mengucapkan
‘Terima Kasih’ karena selalu ada momen kebaikan dan cinta yang telah kita lakukan.
Yuk berkomitmen pada prioritas tertentu sejak sekarang dengan
waktu yang kita terima. Menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga, ambil
sekarang. Tulis surat dengan seseorang yang sudah lama ingin kamu tulis, buat
sekarang. Uang yang ada untuk berbagi, lakukan sekarang. Waktu untuk belajar,
lakukan sekarang. Orang yang ingin kamu lihat, temui sekarang!
Today you have to read this words:
“There may not be a
tomorrow for you and for me, because there’s a warning to time, time is running
out for all of us . time is too short for indecision and vacillation”
Dear, TIME IS SHORT .....
Keep Learning, Keep Growing, Keep
Moving!



Waktu paling penting adalah menghargai waktu itu sendiri.
BalasHapusTidak ada hal yang bisa terulang. Dalam segi kehidupan dll. Tdk ada yang terulang persis. Keren banget sih tulisan kamu ini dek
Puji Tuhan kakak.Terima Kasih kakak 🤗
BalasHapusGood bgttt chaa 💓
BalasHapusTerima Kasih!
HapusMemotivasi bgt bg maruu
BalasHapusTerima Kasih Adikkk
HapusYou live your life today,
BalasHapusNot tomorrow,
and certainly not yesterday.
so, Mulailah dengan langkah-langkah kecil.
#Jalan tak selalu lurus, bnyak lika likunya,sperti pohon bnyak rantingnya,hati2 memanjat.😅 _tetap fokus dengan Target .. #Gbu
That's trueeee!
Hapus