Senin, 30 November 2020

Transformasi Pemberdayaan Agent Of Change dalam Pendidikan Indonesia

 
Lokasi : Kalimantan Utara (Perbatasan Indonesia-Malaysia)

Potret Kualitas Pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata sempurna. Hal ini tidak lepas kaitannya dengan Sistem Pendidikan yang diberlakukan hingga Sumber Daya Manusia dalam bidang Pendidikan yang masih minim. Keberadaan sekolah yang diharapkan mampu menunjang pembelajaran yang baik, namun tidak berjalan eksis dan perlu pembenahan dalam banyak segi, hingga keberadaan guru yang diharapkan mampu mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa, namun kebanyakan lupa akan tanggung jawab hingga ingkar akan sumpah tugas. Dimanakah Eksistensi Kualitas dan Integritas? Akankah Pendidikan di Indonesia berubah kearah yang lebih baik?

Terlepas dari segala Keburukan Pendidikan di Indonesia, jika ditelaah lebih pasti; Indonesia masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan dan mengejar ketertinggalan. Keberadaan Guru yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa menjadi kunci utamanya. Di daerah yang jauh dari keramaian dan kemajuan justru menangkal keterbatasan dengan hati nurani. Terlihat dari Potensi anak dan guru di daerah. Tidak sedikit guru dan siswa di daerah tumbuh dengan pemikiran kritis, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran.

Lokasi : Desa Binter, Kalimantan Utara

Pengalaman saya saat menjadi Pengajar Jelajah Nusa di Daerah 3T membuka mata hati saya akan Pendidikan. Kualitas harus diimbangi Kuantitas. Kurangnya tenaga pengajar dan buku bacaan lantas jelas penyebab ketertinggalan pendidikan di daerah 3T. Disaat seperti inilah masih ada orang-orang baik yang rela berbagi ilmu dan pengetahuan dengan ikhlas. Tahun 2018 menjadi pengalaman yang buat saya speechless, dan merasakan betul bahwa gotong royong sangat penting dilakukan untuk sebuah perubahan. Tidak hanya guru, namun bidan turut andil dalam mencerdaskan masyarakat di Desa Binter, Kalimantan Utara. Mungkin ini hanya sebagian kecil cerita dari pengalaman saya, dan masih banyak lagi cerita menarik orang-orang yang telah merasa keterbatasan di pelosok negeri ini.

"Anak-anak Indonesia dimanapun kalian berada. Kalian boleh saja lahir di Pelosok, di desa terpencil di pesisir, ditengah pulau, ataupun di hutan; orang tua kalian boleh saja petani, pedagang, nelayan, buruh, ataupun pekerja serabutan; tapi ingat, mimpi dan cita-cita kalian harus tetap tinggi, setinggi bintang di angkasa. Dengan berani bermimpi maka sejatinya kalian adalah pemenang kehidupan."

Ungkapan ini sebagai ajakan bagi anak-anak di seluruh tanah air, tanpa terkecuali saya. Ketika anak-anak Pelosok berani bermimpi sebagai pemimpin di masa depan;tentara, dokter, guru, polisi, menteri, hingga presiden. Saatnya Peran Generasi Muda ditantang untuk berani menjadi pemimpin di masa depan.

Untuk mencapai kualitas Pendidikan yang baik, dibutuhkan Pemimpin yang baik pula. Pemimpin? siapa yang tidak tertarik mendengar kata pemimpin, jabatan ini menjadi kesempatan besar untuk dihormati dan dihargai oleh banyak orang, namun kebanyakan itu berjuang untuk melakukan yang terbaik pada kemanusiaan. Ketika saya menjadi Pemimpin, saya akan mendahulukan kemanusiaan dan penghargaan pada kehidupan dalam bidang Pendidikan, karena Pendidikan cara terbaik menemukan jati diri dan karakter generasi muda Indonesia.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani mengambil resiko, melakukan perubahan. Keberanian ini nantinya akan menghasilkan berbagai Inovasi-inovasi terbaru dalam memberdayakan agent of change dunia Pendidikan.  Inovasi yang akan saya lakukan untuk Pendidikan Indonesia harus berlandaskan pertanyaan “Apakah inovasi ini akan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia?”. Untuk itu, saya akan mewujudkannya dengan :

  • Meningkatkan Desaign Element Guru

Desaign Element Guru menjadi Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru di Indonesia. Desaign Element ini akan menjadi standarisasi dan menantang guru untuk mampu menciptakan inovasi dalam pembelajaran. Inovasi ini penting untuk meningkatkan rasa kepemilikan antar guru dan siswa dan lebih mencintai mata pelajaran. Karena partisipasi adalah penting, jadi guru bukan sekadar sharing ilmu saja. Untuk mencapai Desaign Element Guru, Sistem reqruitment guru  harus lebih intensif. Seorang guru haruslah memiliki Leadership Quality. Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan profesi guru hanya dimiliki oleh mereka yang betul-betul memiliki kriteria sesuai Desaign Element Guru.

  •  Meningkatkan Literasi Siswa melalui Kolaborasi

Keterbatasan sistem pendidikan di Indonesia salah satunya adalah Penguatan Literasi di sekolah. Hal ini disebabkan minimnya akses dan motivasi dalam meningkatkan Literasi. Sehingga berdampak pada pengetahuan dan kualitas siswa dan guru, dan  keterlambatan setiap sekolah dalam meraih prestasi pun melakukan inovasi. saatnya Pemerintah dan Pihak Swasta Bekerja sama dalam memberi bantuan kepada stiap sekolah untuk pengembangan dan peningkatan Literasi.

Saat ini Literasi harus digalakkan guna menciptakan generasi muda yang mampu bersaing di kancah global. Ada kejanggalan tersendiri di Indonesia yang membuat literasi menjadi hal yang tidak menyenangkan;kurangnya fasilitas pendukung dan kesadaran guru dan siswa. Jika ditelaah secara detail, tidak sedikit sekolah yang mendiamkan buku di perpustakaan hanya karena takut apabila buku dirusak atau dihilangkan oleh siswa, pun tidak sedikit guru yang lupa akan tanggung jawab sebagai seorang influencer minat literasi kepada siswa. Karena program literasi digalakkan, namun banyak guru tidak turut menjadi role model bagi para siswa. disinilah penting dibangun Ownership setiap siswa untuk memperdalam Literasi guna meningkatkan Potensi diri.

Literasi penting karena hal ini akan membantu para siswa menspesifikkan akan ketertarikan mereka pada bidang tertentu. Untuk mencapai pembejaran kualitas yang baik, semua orang harus belajar di space dan level masing-masing, dan semua orang harus diberi kemampuan untuk menentukan spesialisasinya, dan ini didapat dari proses Literasi.

  • Sistem dan Tuntutan Kurikulum yang Fleksibilitas

Dewasa ini kebebasan Kepala Sekolah dan Guru dalam menciptakan Inovasi masih dibatasi oleh sistem Pendidikan yang terkesan tidak fleksibel. Disinilah baik Pengawas, Kepala Sekolah, Guru hingga siswa diberi ruang kebebasan. Ruang kebebasan yang dimaksudkan adalah memberi ruang untuk bergerak tapi harus didikukung Sumber Daya Manusia, Penganggaran dan Regulasi yang tepat. Perlu juga pengadaan pemangkasan regulasi yang memperlambat kinerja dan mempersulit satu sama lain;baik masyarakat, guru, kepala sekolah dan pemerintah. 

Kebebasan ini nantinya akan menumbuhkan kreativitas siswa, guru, dan kepala sekolah untuk menciptakan Inovasi-inovasi Pendidikan dan menjadi kesempatan dalam mengembangkan ruang kekeluargaan bagi siswa, guru dan orang tua. Karena tidak sedikit Instusi Pendidikan hanya mengajarkan materi pelajaran saja kepada para siswa, namun tidak merangkul mereka untuk saling mengenal dan saling memiliki.

  • Gerakan Pertukaran Ide Guru dalam Inovasi Kualitas Pembelajaran

Guru sebagai Spotglight dalam mewujudkan kualitas Pendidikan Indonesia menjadi lebih baik lagi harus diberi ruang untuk bertukar pikiran antar guru. Gerakan Pertukaran Ide Guru tidak hanya ajang di tingkat sekolah saja, namun tingkat nasional. Guru-guru harus dibangun, harus saling mengenal dan memahami guru-guru lain, sehingga pengetahuan guru akan inovasi kualitas pembelajaran yang baik bisa bertambah dengan adanya pertukaran ide dan transparasi.

Perbedaan karakter dan pendapat patut digunakan untuk mengambangkan Growth Mindset bagi kalangan guru, sehingga seorang guru tidak hanya bertahan pada cara dan jalan yang dilakukan dalam pembelajaran, namun memiliki kesempatan untuk mengubah cara tersebut ke arah yang dirasa lebih baik dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan.

  • Pengadaan Mentorship, resourch, kompetensi, dan regulatory frame work bagi Guru

Pengadaan Mentorship, resourch, peningkatan kompetensi melalui media digitalisasi, hingga regulatory frame work bertujuan guna menciptakan ekosistem pendidikan yang baik, sehingga mencapai eksistensi kualitas pendidikan yang baik. Keseluruhan hal tersebut akan menjadi tujuan pengembangan yang dilakukan untuk guru.

Mentorshipresourch, peningkatan kompetensi melalui media digitalisasi, hingga regulatory frame work dimaksudkan untuk menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar para siswa. disinilah peran guru ditantang untuk keluar dari zona aman; tak sekadar mengajar materi pelajaran namun mampu membidik siswa untuk Mencintai proses pembelajaran, memiliki ownership (kemandirian) dalam proses pembelajaran, dan pemantapan Development critical thinking, team work dan problem solving skilss para siswa di seluruh nusantara. 

Pendidikan adalah kunci untuk mencapai kesetaraan, mengentaskan keterbatasan dan menciptakan peradaban bagi manusia. Kualitas Pendidikan yang baik menjadi komponen dalam perkembangan hidup manusia, dan saatnya Indonesia meninggalkan keterpurukan dan bangkit membekali para insan muda untuk mensejahterahkan Indonesia di masa depan.

Dan begitulah sejatinya membangun. Membangun manusia sama dengan membangun peradaban. Jika dilakukan sendiri dirasa berat, maka berkolaborasilah!

Menjadi Pemimpin bukan sekadar seberapa cemerlang ide yang kita buat, bukan seberapa jauh pencapaian yang didapat, namun seberapa rapat kolaborasi yang dijalin dengan banyak orang, sehingga satu sama lain saling bekerja sama, saling memiliki, dan berusaha melakukan yang terbaik untuk kehidupan.


Demikian halnya menjadi Pemimpin untuk Pendidikan Indonesia, inovasi yang dirancang akan berjalan baik apabila dijalankan dengan kolaborasi yang baik. Dibutuhkan keterlibatan siswa, orang tua, komite sekolah, kepala sekolah, guru, pengawas hingga Pemerintah (daerah dan pusat) untuk mencemerlangkan kualitas Pendidikan di tanah air, dari Sabang sampai Merauke, tanpa mengenal pembatas antara desa dan kota, keterbatasan-ketertinggalan akan menjadi tanggung jawab bersama menuju kemajuan dan kemakmuran. Dengan Pendidikan yang baik, kita bangun Indonesia!







1 komentar:

  1. Setuju, kita butuh pemimpin yang peduli pendidikan berkualitas dan merata demi masa depan bangsa

    BalasHapus